Hitung-hitungan Peluang 9 Kursi DPR Ri Dapil 3 Jabar Menggunakan Metode Sainte Lague

Ilustrasi Jawa Pos

RADARCIANJUR.com – 129 calon legislatif (caleg) DPR RI Dapil 3 Jawa Barat (Jabar) bertarung memperebutkan jatah sembilan kursi yang tersedia. Sembilan pemimpin yang berhasil lolos dari Dapil 3 akan bersanding dengan 91 pemimpin lainnya dari total kursi Jabar secara menyeluruh.

Dapil Jabar 3 merupakan daerah perwakilan dari wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur. 16 partai politik (parpol) ada di dalamnya. Persaingan di Dapil Jabar 3 dapat dihitung berdasarkan jumlah bacaleg yakni 129 caleg dibagi sembilan kursi. Artinya, satu kursi diperebutkan oleh 14 caleg, dengan kata lain 1 berbanding 14.

Namun, ada yang istimewa dari pemilihan legislatif (pileg) tahun ini. Pileg kali ini menggunakan sistem perhitungan sainte lague. Pada pemilu 2014, perhitungan jatah kursi menggunakan metode bilangan pembagi pemilih (BPP). Nama metode baru sainte lague dinilai sangat asing terdengar.

Sainte lague merupakan metode yang diperkenalkan oleh seorang matematikawan asal Perancis bernama Andre Sainte Lague pada 1910. Sementara, di Indonesia regulasi ini disahkan pada 21 Juli di DPR RI dengan menggabungkan tiga undang-undang pemilu, yakni UU 8 2012 tentang Pemilu Legislatif, UU 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilu dan UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, partai politik harus memenuhi ambang batas parlemen sebanyak 4 persen dari jumlah suara. Hal ini diatur dalam Pasal 414 ayat 1.

Apabila partai sudah memenuhi ambang batas parlemen, langkah selanjutnya adalah menggunakan metode Sainte Lague untuk mengkonversi suara menjadi kursi di DPR.

Lalu seperti apa perhitungannya? Dalam Pasal 415 (2), yaitu setiap partai politik yang memenuhi ambang batas akan dibagi dengan bilangan pembagi 1 yang diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3, 5, 7 dan seterusnya.

Dalam hasil simulasi yang dilakukan Radar Cianjur, ditariklah lima parpol dengan rangking tertinggi berdasarkan perolehan jumlah suara. Di dalam lingkup Kota Bogor, PDI Perjuangan bertengger di urutan pertama dengan 272 suara. Diikuti PKS dengan jumlah suara parpol 267 suara.

Di posisi ketiga, menyusul Partai Gerindra dengan perolehan 247 suara. Lanjut ke posisi empat ada Partai Demokrat dengan 122 suara. Yang terakhir ada Partai Golkar dengan 121 suara. Jumlah surat suara yang disebar saat simulasi di Bogor mencapai 1.330 surat suara. Beres. Selesai sudah perhitungan untuk jumlah perolehan suara parpol di Kota Bogor.

Mengingat perebutan sembilan kursi di Dapil Jabar 3 memerlukan porsi suara dari Kabupaten Cianjur, maka perhitungan dilanjutkan dengan akumulasi simulasi dari Kabupaten Cianjur.

Lain lubuk lain ikannya. Lain padang lain belalang. Rangking parpol di Kota Bogor ternyata tak tercermin dengan perolehan suara parpol di Cianjur. Di urutan pertama, Gerindra menjelma menjadi pemenangnya. Partai berlambang Garuda itu berhasil meraup 132 suara. Kedua, justru ada PDI Perjuangan dengan 117 suara.

Lanjut ke posisi tiga, Partai Golkar berhasil menambah pundi sebanyak 110 suara. Demokrat yang berada di posisi empat Kota Bogor mengalami hal yang sama di Cianjur. Demokrat berhasil memetik 57 suara. PKS yang justru gagah di Kota Bogor menjadi Partai di urutan kelima dengan 31 suara.

Lengkap sudah total suara Dapil Jabar 3. Suara dari Kota Bogor dan Cianjur sudah dapat dihitung. Setelah ditotal, ternyata PDI Perjuangan mengumpulkan 389 suara. Disusul Partai Gerindra dengan 379 suara, ketiga ada PKS dengan 298 suara.

Di urutan empat ada Partai Golkar dengan 231 suara. Sedangkan Partai Demokrat sebanyak 179 suara. Lalu bagaimana peluang dan perhitungan jatah kursi di DPR RI untuk parpol khususnya caleg?

Sainte lague menggunakan metode pembagi dari jumlah perolehan suara mulai dari 1, lalu 3 berlanjut ke 5, 7 dan seterusnya. Empat partai di rangking teratas secara otomatis akan mendapatkan jatah satu kursi. Masing-masing PDI Perjuangan, Partai Gerindra PKS dan Golkar. Empat parati itu memiliki nilai yang relatif sangat jauh dibandingkan dengan 12 parpol lainnya.

Maka, kita akan menggunakan angka 1 kepada empat parpol di atas. Suara PDIP dengan total 389 suara dibagi satu hasilnya 389 suara. Satu dari sembilan kursi sudah diambil PDI Perjuangan. Masih ada delapan kursi lagi yang bisa diperebutkan. Partai Gerindra sebagai terbanyak kedua akan mengambil jatah kursi berikutnya dengan modal suaranya 379.

Kursi ketiga diambil PKS dengan 298 suara, dilanjut Partai Golkar di kursi keempat dengan 231 suara. Setelah menggunakan pembagi 1, maka akan dilanjutkan ke pembagi 3. Perhitungan selanjutnya tetap mengacu pada perolehan kursi terbanyak. Setelah dibagi 1, PDI Perjuangan tetap memiliki jumlah terbanyak. Maka, pembagi 3 diberlakukan untuk PDI Perjuangan.

Hitung menghitung, 389 suara PDI Perjuangan dibagi 3 mendapatkan angka 129. Nah, di sinilah muncul pembanding. Hasil angka pembagi 3 dari PDI Perjuangan 129 ternyata lebih kecil dengan jumlah suara yang diperoleh dari Partai Demokrat yaitu 179 suara.

Maka yang harus diproses yaitu Partai Demokrat dengan pembagi pertama angka 1. 179 dibagi 1 hasilnya 179. Kursi kelima ternyata menjadi milik Partai Demokrat. Setelah dibagi 1 menggunakan metode sainte lague, maka angka-angka tertinggi yang terkumpul yaitu 389 dari PDI Perjuangan, 379 dari Partai Gerindra, 298 dari PKS, 231 dari Partai Golkar dan 179 dari Demokrat.

Selanjutnya, lima besar itu akan dibagi bilangan 3. Maka yang harus dibagi pertama kali yaitu PDI Perjuangan, 379 dibagi 3 hasilnya 129 suara. Setelah dilihat hasilnya dan dibandingkan dengan perolehan suara parpol lainnya, angka 129 masih lebih besar dibandingkan yang lain. Artinya, kursi keenam ditempati PDI Perjuangan.

Kursi yang ketujuh akan berlanjut ke pemilik angka tertinggi saat ini yaitu Partai Gerindra dengan 379 suara. Tindakan yang sama pun akan dilakukan yaitu dibagi 3. Maka hasilnya menjadi 126 suara.

Kursi delapan berlanjut ke PKS dengan poin 298. Sama dengan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra, PKS pun harus diberlakukan pembagian 3 menjadi 99 suara. Untuk sisa kursi terakhir, maka perlu dilihat lagi dari seluruh perolehan suara parpol. Ternyata, masih tak ada parpol yang mengumpulkan jumlah suara di atas 99.

Partai Golkar yang masih memiliki angka tertinggi dibagi 1 yaitu 231 harus dibagi 3 sehingga hasilnya 77 suara. Lengkap sudah jatah kursi DPR RI berdasarkan simulasi pemilu 2019 yang dilakukan Radar Cianjur dua pekan lalu.

Sembilan kursi yang terisi untuk DPR RI Dapil Jabar 3 berdasarkan memiliki komposisi: PDI Perjuangan 2 kursi, Partai Gerindra 2 kursi, PKS 2 kursi, Partai Golkar 2 kursi dan Partai Demokrat 1 kursi.

GRAFIS I
Yang Terbanyak Miliki Semuanya
– PDI Perjuangan, 2 kursi
– Partai Gerindra, 2 kursi
– PKS, 2 kursi
– Golkar, 2 kursi
– Partai Demokrat, 1 kursi
Keterangan:
* Dihitung menggunakan metode saint lague
* Tidak melihat syarat parliamentary threshold 4%
* Berdasarkan hasil Simulasi Pemilu DPR RI Radar Cianjur 2019

GRAFIS II
Yuk Belajar Hitung Sainte Lague
– Hitung jumlah seluruh suara sah setiap parpol, (suara parpol+suara calon)
– Suara tertinggi dari setiap parpol akan dibagi 1
– Hasil pembagi 1 terbanyak akan mengisi jatah kursi secara berlanjutan
– Hasil pembagian 1 dengan suara terbanyak dibandingkan dengan perolehan suara suara perpol lainnya
– Akan dilanjutkan dengan pembagi 3 dengan membandingkan hasil total suara setiap parpol
– Selanjutkan akan dilakukan pembagi 5 dari total suara parpol

(yaz)