Komentar Warga Soal Alun-alun Cianjur, Bangga… tapi…

FOTO: eko for radar cianjur

RADARCIANJUR.com – Bagi masyarakat Kabupaten Cianjur, merupakan suatu hal yang luar biasa bisa memiliki fasilitas taman seperti Alun-alun Cianjur. Istimewa, karena peresmian yang dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo. Tak heran, masyarakat masih terus berbondong-bondong untuk menyerbu mengisi waktu luangnya bersama dengan keluarga, teman maupun kerabat.

Masyarakat menilai, alun-alun kini bisa menjadi tempat untuk berswafoto dan tempat untuk kumpul. Seperti yang dikatakan Zahra Natasya Ramadhani (13). Ia menilai, area tersebut menyediakan beragam ruang publik yang sangat bagus.

“Sangat bagus, jadi ada tempat buat nongkrong,” ujar siswi kelas VII SMP Pasundan ini.

Dirinya yang datang bersama dengan kedua temannya, yakni Dini Fitriani dan Erli Nur Apriliana, sangat menikmati Alun-alun Cianjur. Sembari berbincang dan bersenda gurau, ketiga pelajar SMP ini menganggap alun-alun memberikan ruang terbuka hijau yang memadai.

“Asik buat selfie, jadi makin eksis di media sosial,” papar ketiganya.

Tak jauh berbeda dengan Zahra, Rosanti (16), menganggap alun-alun menjadi salah satu fasilitas yang bagus untuk berkumpul keluarga. Selain itu, tempatnya pun strategis dan dekat dengan Masjid Agung Cianjur.

Akan tetapi, Rosanti yang datang bersama dengan kedua temannya itu menilai masih ada yang kurang dari Alun-alun Cianjur. Menurutnya, alangkah baiknya pengunjung yang hadir terutama muslimah mengenakan kerudung. Pasalnya, mengingat alun-alun dekat dengan Masjid Agung sehingga berpakaian untuk lebih sopan.

“Lebih bagus sih pakai kerudung atau pakaiannya sopan, karena dekat dengan masjid kan,” jelasnya.

Nurhalimah (17) turut memberi masukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ia menganggap alun-alun masih dirasa kurang fasilitas. Karena belum adanya tempat untuk berteduh, terlebih saat tiba-tiba hujan.

“Sebenarnya sudah bagus, tapi tidak ada tempat untuk neduh dari panas sama hujan,” ungkap siswi kelas XI SMK Nurul Huda ini.

Tak berbeda jauh dengan milenial Cianjur, empat pemuda asal Palembang yang sedang menempuh pendidikan di Kota Tauco pun menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke alun-alun.

Bagi keempatnya, Alun-alun Cianjur ini cukup keren dan tertata rapi sesuai dengan karakter Kabupaten Cianjur. Tidak jauh berbeda dengan ikon Palembang yang bisa menjadi tempat menambah wawasan dan juga refresing.

Di balik kekaguman itu, mereka sedikit memberikan masukan bagi Pemkab Cianjur dalam pengelolaan serta masih dirasa kurang beberapa fasilitasnya.

“Masih terdapat sampah di sekitar alun-alun, harusnya bisa bersih jadi enak dilihat,” terang Yogi (25).

Hal senada pun diungkapkan oleh Alfian (25), yang berharap ada fasilitas untuk olahraga bagi warga atau pengunjung. Sehingga, di salah satu sudut alun-alun bisa menjadi sport center di kala akhir pekan.

Selain itu, bagi Reyhan (19) dan Rian (26), perlunya suatu pertunjukan hiburan di kala malam hari, sehingga kesan sepi tidak menjadi selimut taman ini.

“Bagusnya kalau malam diadakan hiburan seperti pertunjukan musik tradisional khas Cianjur,” bebernya.

Justru hal yang kurang nyaman diterima oleh Evi Purwanti (20) yang berkunjung pada akhir pekan kemarin. Dirinya bersama suami dan anaknya dipaksa memutar jauh dikarenakan salah memasuki gerbang alun-alun.

Petugas Satpol PP yang berjaga, mengharuskan pengunjung masuk melalui gerbang belakang yang jauh dari masjid.

“Jadi agak susah, kejauhan kalau mau melaksanakan shalat,” tuturnya.

(kim)