‘Menguliti’ Alun-alun Cianjur, Ada Mark-up Anggaran?

Alun-alun Cianjur. Foto : Umar Saripudin/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Salah satu aktivis Cianjur, Asep Sobandi mengungkap, anggaran pembangunan proyek Alun-alun Cianjur bukan Rp37,9 Miliar yang digembor-gemborkan selama ini. Melainkan sudah bertambah hingga mencapai sekitar Rp62 miliar.

Pria yang akrab disapa Asto itu menyatakan, pada bulan Oktober tahun 2016, telah terjadi penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan DPRD Kabupaten Cianjur, tentang penganggaran tahun jamak penataan Alun-alun Cianjur tahun anggaran 2017-2018 dengan nilai sekitar Rp62 milyar.

Akan tetapi, pada praktiknya, Mou bernomor 910/9/HUK/2016 dan 172.4.1/09/DPRD/2016 itu diduga kuat dilanggar.

“Pasal 4 menyebutkan bahwa nilai anggaran kegiatan untuk penataan Alun-alun Cianjur sebesar Rp62 milyar yang dialokasikan dari APBD tahun anggaran 2017 sebesar Rp31,350 miliar dan tahun 2018 sebesar Rp30,650 milyar,” katanya, belum lama ini.

Anggaran tersebut, lanjut dia, tertuang juga dalam dokumen Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun angaran 2017 sebesar Rp31.347.210.000.

Anehnya, kata dia, dalam dokumen KUA-PPAS tahun 2018 tercantum Penataan Landmark Alun-alun Cianjur tahap I sebesar Rp20 milyar.

Bila melihat data dari dokumen lelang berdasarkan nomor kode lelang 1755418 tentang penataan Landmark Alun-alun Cianjur, tertera sebesar Rp42,499 miliar lebih.

“Artinya, terdapat perubahan nilai APBD dari yang seharusnya Rp31,350 miliar sesuai dengan isi MoU antara Pemda dengan DPRD, bertambah sebesa Rp11,149 miliar hingga jumlahnya menjadi Rp42,499 miliar,” jelas Asto.

Karena itu, pihaknya pun mempertanyakan bagaimana bisa ada perbedaan angka dalam proyek pembangunan Alun-alun Cianjur.

“Jadi artinya, kemana sisa anggarannya? Itu yang publik harus tahu,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cianjur membantah hal tersebut. Ditegaskan, anggaran pembangunan Alun-alun Cianjur yang diresmikan Preside RI Joko Widodo itu mencapai Rp37,9 Miliar.

“Sudah dikatakan anggaran sekitar Rp37,9 Miliar, hampir mendekati Rp40 miliar. Bukan bukan Rp62 miliar. Tepatnya Rp40.548.108.500,” tegas Yeddi ditemui di meja kerjanya, kemarin.

Ia menerangkan, besaran anggaran itu dibagi-bagi untuk sejumlah pos. Diantaranya untuk konsultan Detail Engineering Design (DED) diartikan sebagai produk dari konsultan perencana.

Lalu, konsultan Manajemen Konstruksi (MK), konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek (owner) dengan menerbitkan berita acara perubahan (site instruction, red), dan terakhir buat pembangunan fisik.

“Nilai kontrak kucuran anggarannya Rp37,9 miliar berlokasi di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur. Itu anggaran melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017-2018,” jelasnya

Yeddi menjelaskan, anggaran sebesar itu kemudian kena potong pajak PPN sebesar 10 persen, pajak pengembang sebesar 10 persen dan 2,5 persen tambahan nilai (PPH).

“Kalau jatuhnya anggaran tersebut per meter persegi sekitar Rp1.081.282/m2 dengan luas sekitar 30 hektar,” papar dia.

Berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), proyek pembangunan kawasan yang digadang-gadang menjadi salah satu ikon di Kota Tauco itu dimulai pada 9 Oktober 2017 hingga 2 Desember 2018.

“Bisa dikatakan kontrak tahun jamak atau dua tahun anggaran dengan masa kalender kerja sekitar 420 hari,” jelasnya.

Dikatakan Yeddi, pembangunan Alun-alun Cianjur itu tidak dikerjakan oleh satu kontraktor saja. Melaikan ada beberapa kontraktor yang ikut andil dalam pengerjaannya.

Yang pertama, PT Subur Jaya Mukti Kerja Sama Operasional (KSO) yang mengerjakan pembangunan fisiknya.

“Lalu PT Pilar Indosarana sebagai ahli taman, dan terakhir PT Indah Karya selaku konsultan Manajeman Kontruksi (MK),” beber dia.

(mat)