Alun-alun Cianjur kok Membingungkan

FOTO: eko for radar cianjur

RADARCIANJUR,com – Alun-alun Cianjur semakin menjadi sorotan publik, setelah diresmikan Presiden Joko Widodo belum lama ini. Rencana pembuatan Peraturan Daerah (Perda) pun sudah menuai pro-kontra di sejumlah kalangan.

Dede Firman (30), warga Kecamatan Warungkondang mengatakan, tak setuju jika untuk bisa masuk ke Menara Pandang harus dikenakan biaya. Seharusnya, bisa gratis agar masyarakat bisa menikmati fasilitas tersebut.

“Itu kan duit rakyat, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” protesnya.

Menurutnya, warga tak akan mempermasalah jika untuk penggunaan toilet dan parkir harus merogoh kocek.

“Tapi kalau Menara Pandang bayar, saya tidak setuju,” tegasnya.

Dede juga mengungkap, dirinya mendapatkan pengalaman tak mengenakkan saat berkungjung akhir pekan lalu. Saat itu, ia dipaksa dua kali membayar parkir.

“Harusnya parkir satu pintu, satu kali bayar parkir. Ini saya masuk bayar, keluar parkir bayar lagi,” ungkapnya.

Sementara, Nina Marliyana (25), warga Kecamatan Cilaku meminta, Peraturan Daerah (Perda) nantinya jangan sampai menyulitkan atau membingungkan warga.

Seperti halnya larangan membawa makanan dan minuman. Ada baiknya, disediakan area khusus agar pengunjung bisa makan dan minum. Tujuannya, agar sampah tak dibuang sembarangan sehingga menjaga alun-alun tetap bersih.

“Ini kan Perdanya belum ada, terus gak ada area khusus makan dan minum. Maka itu perlu dikaji dengan baik dan benar, jangan sampai membingungkan masyarakat,” ujarnya.

Kabag Humas Pemkab Cianjur, Gagan Rusganda membenarkan, untuk masuk ke Alun-alun Cianjur memang tidak dipungut biaya alias gratis. Hanya saja, untuk parkir, pemakaian toilet dan Menara Pandang, pengunjung dikenakan biaya.

Selain itu, larangan membawa makanan dan minuman bagi para pengunjung, sengaja dibuat dengan alasan menjaga kebersihan seluruh area alun-alun.

“Jadi tidak membuang sampah sembarangan dan hal lain yang berdampak terhadap kerusakan terhadap fasilitas sudah dibangun,” jelasnya.

Ia menyambungkan, seluruh ruang yang ada di taman Alun-alun Cianjur boleh dikunjungi.

Namun ada beberapa ketentuan khusus yang harus diikuti, seperti dilarang memakai alas kaki ke rumput sintesis dilarang membawa makanan dan minuman. Himbauannya nanti akan dipasang di lokasi taman Alun-alun Cianjur.

“Ya, supaya bisa diketahui dan dipedomani,” kata, Gagan.

Mengenai biayanya, lanjutnya, nanti akan disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku yang saat ini masih dalam tahap pengkonsepan.

Di sisi lain, Kasatpol PP Kabupaten Cianjur H Muzani Saleh mengatakan, ada aturan buka-tutup yang diterapkan pihaknya untuk Alun-alun Cianjur.

untuk hari Senin sampai Jumat, alun-alun mulai dibuka pukul 13:00 WIB sampai pukul 20:00 WIB malam. Sedangkan hari Sabtu hingga Minggu, mulai dibuka pukul 10:00 hingga pukul 18:00 WIB.

“Untuk pintu masuk, hanya diperbolehkan melalui pintu masuk Jalan Suroso atau kantor Pegadaian. Aturannya gitu, jadi gak bisa masuk sembarangan,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Aban Sobandi mengatakan, setelah diresmikan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), Alun-alun Cianjur menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Tauco ini. Selain desainnya unik, agamis dan indah, juga akan dijadikan salah satu proyek percontohan nasional.

“Apa yang disampaikan Presiden, Alun-alun Cianjur akan menjadi ikon buat percontohan ada di Jawa Barat. Bahkan sampai nasional, maka itu harus bangga hati masyarakat Cianjur,” katanya kepada Radar Cianjur (Grup Pojokjabar).

(mat)