Siswa di Desa Kubang dan Cibanteng Harus Sebrangi Sungai Demi Menuntut Ilmu

BERBAHAYA: Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mencoba untuk melintasi arus Sungai Cibatuhalang yang setiap hari dilintasi anak-anak untuk pergi ke sekolah. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Para siswa-siswi SD Batuwates tetap riang meski setiap pagi menuju sekolah, mereka harus menyebrangi sungai. Ada rasa waswas tapi juga kebanggaan, jika selamat menyebrang sungai. Baju tetap kering alilas tidak terjatuh dan basah kuyup.

Ini adalah rutinitas sehari-hari, warga Desa Kubang dan Cibanteng di Kecamatan Sukaresmi. Mereka terpaksa harus menyebrangi Sungai Cibatuhalang, untuk berbagai kegiatan mereka. Mirisnya, akses vital ini tak hanya dibutuhkan masyarakat dewasa namun juga anak-anak sebagai siswa-siswi yang setiap hari mengemban ilmu.

Sungai Cibatuhalang yang memiliki panjang puluhan kilometer tersebut belum pernah dilengkapi dengan fasilitas penyebrangan, baik jembatan kayu apalagi rawa beton yang layak bagi warga. Kabar baiknya, pemerintah Kabupaten Cianjur tengah mengupayakan pembangunan fasilitas agar segera dibangun jembatan yang layak bagi warga di desa tersebut.

Sungai itu melintasi lima kampung yakni, Kampung Cibatuhalang, Batupeti, Batuwates, Tipar, dan Cibatuhalang Kulon. Setiap hari, anak-anak sekolah dan warga menyebrang ke sungai dari waktu ke waktu, dari pagi hingga malam.

Ketua RT04/RW07 Kampung Cibatuhalang Desa Kubang, Amin Afandi (51) mengungkapkan, sungai ini sudah puluhan tahun menjadi akses kehidupan para warga dan siswa yang sangat vital. Baik pagi, sore, bahkan malam pun sungai ini terus dilalui. Pernah ada peristiwa banjir bandang yang terjadi setiap setahun, lima tahun, dan bahkan pernah 25 tahun sekali.

“Selama ini warga hanya mengandalkan keberanian saja, tidak ada jembatan. Apalagi anak-anak sekolah, kasian pak kalau ada banjir, harus menunggu air sungainya turun,” tuturnya.

Ia berharap, pembangunan jembatan di sungai Cibatuhalang ini bisa secepatnya terealisasi. Apalagi jika melihat kondisi setiap hari yang turun hujan.

Sementara itu Camat Sukaresmi, Firman Edi mengatakan, pihaknya selama ini selalu berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Apalagi adanya hal yang penting bagi warga seperti akses jalan ini. Karena ini merupakan akses dua wilayah kabupaten sebagai penerima manfaat.

“Walaupun saya baru enam bulan menjabat di Kecamatan Sukaresmi, tetapi alhamdulillah dari Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, sekarang sudah mulai meninjau, dan diharapkan agar segara dibangun akses yang layak bagi seluruh warga. Baik dari pemda ataupun pemprov,” kata Edi.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman yang meninjau langsung ke Sungai Cibatuhalang mengatakan, setelah adanya tinjauan ini, Pemerintah Kabupaten akan segera memprioritaskan untuk anggaran pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut.

“Jadi kami akan segera memprioritaskan dari perubahan anggaran yang sudah berjalan. Insya Allah akan segera terialisasi. Hanya saja harus menunggu sesuai sistem yang ada, tidak bisa begitu saja menganggarkan,” kata Herman Usai meninjau Sungai Cibatuhalang, Rabu (20/2) kemarin.

Herman mengatakan, setelah meninjau Sungai Cibatuhalang begitu memprihatinkan. Apalagi jika melihat akses yang begitu penting bagi warga di Cianjur Utara ini. “Insya Allah kami akan segera membangun jembatan gantung yang layak bagi warga. Semoga secepatnya bisa terealisasi dan warga bisa lebih terbantu dengan adanya jembatan nanti,” tukasnya.

(dan)