Bantu Nasdem, Ketua Kelompok PKH Dilaporkan Ke Bawaslu

Ketua RW 02 Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong Kamaludin sedang melaporkan ketua kelompok PKH ke Bawaslu. Foto Fadilah Munajat/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Diduga memfasilitasi kegiatan kampanye calon legisltif anggota DPRD Kabupaten Cianjur dan DPR RI, ketua kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Cianjur.

Pelaporan itu dilayangkan oleh Ketua RW 02, Kecamatan Gekbrong, Kamaludin, Jumat (22/2) kemarin.

Ia menganggap, apa yang dilakukan oknum tersebut dengan membantu menyebarkan alat peraga kampanye jelas-jelas sebuah pelanggaran.

“Jadi pendamping ini menyerahkan kartu PKH ke warga penerima dengan menyertakan alat peraga kampanye Calon Anggota DPRD dan DPRRI dari Partai Nasdem,” kata Kamaludin saat melapor ke Bawaslu Kabupaten Cianjur, kemarin.

Menurut Kamaludin, selain mengajak dan membagikan alat peraga kampaye, ketua kelompok PKH tersebut juga sempat mengancam anggotanya jika tidak mau memilih Caleg DPRD dan DPR RI dari Partai Nasdem itu.

“Kebetulan istri saya juga anggota PKH. Jadi istri saya juga menerima ancaman itu. Katanya jika tidak memilih caleg DPRD dan DPR RI dari Partai Nasdem itu, keanggotaan PKH-nya akan dihapus,” bebernya.

Kamaludin menduga pembagian alat peraga kampenye Caleg dan pengancaman yang dilakukan ketua kelompok PKH itu merupakan intruksi dari pendamping PKH.

“Di belakang ketua kelompok PKH pasti ada yang menyuruh, ya salah satunya mungkin disuruh oleh pendamping,” katanya.

Sementara, Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur Hadi Dzikrinur membernarkan pihaknya menerima laporan dugaan keterlibatan ketua kelompok PKH dalam kampaye caleg dari Partai Nasdem.

Ia menjelaskan, terlepas memenuhi syarat formil atau tidaknya, pihaknya akan lebih dulu meneliti laporan tersebut untuk menentukan tindaklanjutnya.

“Intinya kami telah menerima laporan dari Ketua RW 02, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong terkait dugaan keterlibatan ketua kelimpok PKH dalam berkamape. Namun hasil dari laporan tersebut akan dikaji dulu,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Jurubicara DPD Partai Nasdem Cianjur, Yusep Sumantri membantah keterlibatan partainya dalam dugaan pelanggaran kampanye tersebut.

Menurutnya, pihaknya sama sekali tak ada penugasan atau memaksa ketua kelompok PKH ikut mengampanyekan caleg DPRD dan DPRRI dari Partai Nasdem.

“Enggak ada, kami tidak pernah ada penugasan untuk itu (membantu kampanye, red),” katanya melalui sambungan telepon.

Yusep menyatakan, selama ini partainya sudah sepakat untuk berkampanye dengan bermartabat dan untuk meraih kemenagan yang bersih tanpa adanya pelanggaran.

“Saya hargai yang lapor ke bawaslu,” lanjutnya.

Akan tetapi, sambung Yusep, pihaknya mencurigai adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja menjatuhkan Partai Nasdem di Cianjur.

“Saya curiga ada pihak sengaja menggembosi Partai Nasdem, dan kita juga akan lapor balik untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” tugasnya.

(radar cianjur/dil)