Kuasa Hukum Sebut IRM Bukan Derita Ginjal, Tapi HNP

Tampak Irvan RM dan Cecep Sobandi usai digarap KPK.

RADARCIANJUR.com – Kuasa Hukum Irvan Rivano Muhtar (IRM), memastikan jika kliennya baik-baik saja selama proses pemeriksaan sejak operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 12 Desember 2018 lalu.

Begitupun soal kondisi kesehatan mantan orang nomor satu di kota tauco tersebut juga tidak mengalami hal yang selama ini santer diberitakan.

“Mengenai izin pemeriksaan kesehatan di RS Polri terkait Kesehatan Irvan Rivano Muhtar pada tanggal 13 Februari 2019, bahwa IRM mendapat izin dari KPK untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan hasilnya menyatakan sementara ternyata IRM mengidap Hernia Nukleus Pulposus (HNP) yaitu adanya saraf kejepit di daerah lumbal atau bokong,” kata Kuasa Hukum Dr Indra Yudha Koswara SH MH kepada Radar Cianjur, Jumat (22/2).

Pihaknya juga menyayangkan soal adanya informasi, pasca operasi ginjal dan terkait penahanan yang diperpanjang oleh pihak KPK saudara IRM mengaku ikhlas dan akan mengikuti semua proses yang sedang berlangsung.

“Beliau (IRM,red) tidak merasa kecewa, karena sebagai warga negara yang baik, saudara Irvan Rivano Muhtar akan menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh pihak KPK,” imbuh Indra.

Dirinya berharap ada pelurusan informasi dan menyampaikan fakta sebenarnya karena kondisi IRM selama proses pemeriksaan dalam kondisi baik-baik saja.

“Sempat muncul pemberitaan yang menulis jika saraf Irvan Rivano kejepit sudah mulai sakit-sakitan dan ada tulisan habis ginjal kini saraf kejepit, jadi kami sangat keberatan karena dari awal sudah saya tegaskan jika IRM menderita HNP sesuai fakta di lapangan, bahkan kondisi kesehatan beliau sehat dan berjalan normal, hanya ada kendala pada saat ruku saja pada waktu mengerjakan solat,” tambahnya seraya agar tidak menimbulkan kesalahan dalam memaknai informasi tersebut.

Sebelumnya sempat diberitakan jika penahanan IRM kembali diperpanjang. Pasalnya persidangan yang akan dijalani putra pertama mantan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh ini ditunda dan dirinya menjalani perpanjangan penahanan selama 30 hari, mulai 11 Februari hingga 12 Maret 2019.

Namun begitu, IRM masih tetap menjalani pemeriksaan dengan kegiatan keagamaan seperti mengaji. Baginya hal tersebut lebih membuat tenang dan damai.

Selain kegiatan keagamaan, hal yang membuat IRM tetap kuat dan tabah adalah keluarga yang selalu datang menengok kadang dua minggu sekali.

HNP sendiri adalah kondisi ketika bantalan atau cakram di antara vertebrata (tulang belakang) keluar dari posisi semula dan menjepit saraf yang berada di belakangnya. Kendati demikian, Indra menambahkan tak mengetahui secara pasti penyakit yang dialami IRM ini.

“Soal kondisi kesehatan hanya dokter dan Irvan saja yang mengetahui, itu kan terkait rekam jejak medis ya, jadi yang tau hanya dokter dan pasien,” tambahnya.

(radar cianjur/kim)