Wisatawan Asing Serbu Taman Bunga

INDAH: Sejumlah pengunjung yang akan berwisata ke Taman Bunga Nusantara yang memiliki nuansa indah. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Taman Bunga Nusantara (TBN) yang berada di Jalan Mariwati, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, menjadi objek wisata favorit wisatawan Asing khususnya Timur Tengah.

Pasalnya, sejumlah pengunjung bisa melihat beragam bunga dan menyusuri taman dan spot yang paling menarik. Hal itu pula yang juga dilakukan oleh Salma (45) bersama dua rekannya Alma (40) dan Sima (35).

Tiga warga negara Timur Tengah ini memilih Taman Bunga Nusantara sebagai satu tempat yang mereka kunjungi. Mereka datang berkelompok dari negara Kuwait dan Bahrain.

Ketiganya mengaku sudah menghabiskan waktu selama seminggu untuk berlibur di kawasan Puncak.

“Saya memilih mengunjungi taman ini daripada berbelanja. Sebagian dari kelompok kami memang berbelanja, tapi saya bersama dua teman lebih tertarik mengunjungi taman ini,” ujar Alma, saat berbincang di mobil Wara Wiri bersama Radar Cianjur yang disewa Rp5 ribu untuk sekali tur mengelilingi Taman Bunga Nusantara.

Selama perjalanan, Alma terus menyalakan handphonenya sambil merekam suasana di Taman Bunga. Alma mengatakan, sebelum datang ke Indonesia ia telah mempelajari sejak awal beragam objek wisata di Indonesia. Diakuinya, mengetahui adanya taman bunga yang ada di kawasan Puncak melalui internet.

“Saya mengetahui Indonesia dan kawasan Taman Bunga ini dari internet,” imbuhnya.

Menurutnya, suasana taman bunga sangat menyenangkan dan menyegarkan. Banyaknya bunga warna-warni yang sangat indah, ditambah dengan beberapa bentuk taman tematik yang sangat cocok untuk berswafoto.

Hal yang sama dikatakan oleh Sima yang berasal dari Kuwait. Ia mengakui datangnya ke Taman Bunga disarankan oleh beberapa temannya yang sudah berkunjung ke Indonesia.

“Hari ini saya senang bisa melihat langsung pemandangan yang sangat indah di sini,” kata Sima.

Menurutnya, tur yang dilakukan dengan mobil wara wiri cukup membantu pengunjung, hanya saja ia cukup kesulitan bertanya mengenai jenis bunga karena minimnya pemandu.

“Ini bagus sekali, saya baru pertama kali melihatnya, jenis tanaman apa ini,” ujarnya sambil menunjuk satu jenis tanaman di sebelah taman Bali.

Setelah mendekat ia mengeja tulisan macaw flower heliconia, sebuah tanaman yang berasal dari Brazil. Seorang rekan lainnya sangat tertarik dengan beragam jenis bunga hingga ia bertanya tentang asal biji tanaman bunga tersebut dari mana.

“Di manakah saya bisa memperoleh bijinya, supaya saya bisa menanamnya di rumah saya di Kuwait,” ujarnya.

Namun ia belum paham tak semua bunga akan tumbuh subur jika cuacanya tak mendukung. Setelah diberitahu agar mendatangi kios bunga yang berderet di sepanjang Jalan Hanjawar-Pacet, Salma pun berterima kasih dan akan menyempatkan untuk mengunjungi kios bunga serta menggali ilmu cara menanam bunga.

Ketiganya lantas berhenti di Taman Labirin seberang taman konsep Bali. Beberapa pengunjung mencoba trek yang ada di Taman Labirin tersebut.

Mereka penasaran dan ingin menjajal taman rahasia tersebut sampai menemukan jalan keluar. Alma dan Sima lalu menaiki tangga menara untuk melihat taman labirin dari ketinggian. Di atas menara beberapa pengunjung lainnya pun mencoba berswafoto dengan latar taman labirin.

(dan)