Muskorda I IJTI Cianjur

IJTI Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sekitar 15 jurnalis televisi yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) korda Cianjur mengikuti Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda), ke 1 (satu), yang digelar di Ballroom Bydiel Hotel, Sabtu (23/2) lalu.

Dalam Muskorda tersebut, selain menjadi kelahiran salah satu organisasi profesi wartawan di Cianjur yang diakui negara, juga untuk memililih pengurus IJTI Korda Cianjur untuk periode 2019-2022.

Hadir dalam kesempatan tersebut ketua IJTI pusat Yadi Hendriana, Ketua IJTI Jawabarat Ikwan Saba Romli, Ketua komunitas Bagong Mogok kombes Asep Guntur Rahayu,
Plt Bupati Cianjur H.Herman Suherman, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, dan ketua PWI Cianjur Moch. Ikhsan.

“Derasnya arus informasi di masyarakat menuntut para jurnalis meningkatkan profesionalisme agar bisa memberikan informasi dan produk berita yang bermutu. Untuk itulah kehadiran organisasi profesi menjadi sesuatu yang tepat sebagai wadah untuk melakukan pembinaan para jurnalis sekaligus advokasi,” kata Ketua IJTI Pusat Yadi Hendriana yang membuka secara resmi Muskorda itu.

Menurutnya, selain melakukan kegiatan pemilihan pengurus IJTI korda Cianjur, Muskorda kali ini juga sebagai ajang silaturahmi dan memperat solidaritas jurnalis televisi daerah, Jabar hingga pusat.

“Dengan demikian, Muskorda IJTI Korda Cianjur diharapkan memberi arah yang lebih baik bagi para jurnalis televisi,” katanya.

Sementara, Dandim 0608/Cianjur Letkol (Inf) Rendra Dwi Ardhani mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu sarana mempererat hubungannya dengan insan pers maupun awak media.

“Sama seperti TNI dan Polri, jurnalis juga harus netral dalam mengemas informasi di tahun politik ini. Berita harus seimbang, sehingga tidak berat terhadap suatu pihak,” jelasnya.

Menurutnya, informasi dari media sangat berpengaruh menggiring opini publik. Misalnya, jika pemberitaan berpihak kepada salah satu kubu maka masyarakat pun opininya akan terbentuk tidak baik.

“Kami mengajak kerjasama para insan pers untuk menciptakan situasi sejuk menjelang pilpres, sehingga tidak memperkeruh suasana di masyarakat,” ujarnya.

Tak ketinggalan, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan pihaknya menyepakati apa yang diharapkan oleh Dandim dan Pemerintah untuk menciptakan situasi kondisi yang tentram serta netralitas saat pemilu mendatang.

“Saya berharap melalui Muskorda ini akan dapat meningkatkan profesionalisme, sehingga dapat mengedukasi masyarakat dengan karya-karya jurnalisnya,” harap Soliyah.

Sementara, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman yang hadir juga menyatakan dukungan penuh atas dilaksanakannya Muskorda ini. Dirinya mengaku tidak bisa berjalan sendiri dalam menjalankan dan mengelola pemerintahan kabupaten cianjur ini karena diperlukan sinergitas dan profesionalisme yang baik antara pemerintah dengan media.

“Selamat dan sukses, semoga pelaksanaan musorda ini berjalan dengan lancar dan sukses serta menghasilkan kepengurusan IJTI korda cianjur yang tangguh dan handal dalam mengelola organisasinya,” kata Herman.

Sementara itu, salah satu peserta Muskorda IJTI Korda Cianjur, Chaeronsyah mengatakan, pembentukan organisasi wartawan televisi sangatlah penting, sebab profesi wartawan sangat rentan dengan situasi dan kondisi yang tak terduga.

Pasalnya, profesi wartawan adalah profesi yang sering berhadapan dengan kondisi yang membahayakan.

“Seperti saat kita berhadapan dengan kekerasan yang sering dialami jurnalis saat melakukan peliputan di lapangan. Di situasi ini, organisasi wartawan menjadi sangat urgen, sebab dengan adanya organisasi dan segala unsurnya, memberikan bantuan kepada pekerja jurnalis yang berhadapan dengan hukum maupun permasalahan di lapangan,” katanya.

(dil)