Pemuda Bertato Meninggal di Rel Kereta

TERSUNGKUR: Pemuda berkaos hitam ditemukan tak bernyawa di atas rel kereta api, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Warga Jalan Yulius Usman RT2/RW9, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur digegerkan dengan penemuan mayat seorang pemuda yang ditemukan dalam keadaan tersungkur di rel kereta api. Saat ditemukan, kondisi pemuda berbaju hitam itu sudah dalam keadaan tak bernyawa dan segera dilarikan ke RSUD Cianjur guna penanganan medis.

Kejadian ini pertama kali diketahui sekitar pukul 05:30 WIB, Minggu (24/2). Informasi yang diterima, pemuda berinisial DG (19) itu merupakan buruh serabutan yang berdomisili di Kampung Sodong RT1/RW1, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Budi Nuryanto mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan ke tempat kejadian perkara (TKP), tidak ada bekas luka di tubuh korban. Menurutnya, korban diduga sempat terjatuh saat berjalan di atas rel namun tetap saja, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di bagian tubuhnya. “Tidak ada ciri-ciri korban kecelakaan kereta. Kalau melihat dari posisinya ada dugaan lain misalkan mabuk. Namun, kita masih belum bisa memastikan,” katanya.

Saat ditemukan, korban memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 160 cm, rambut ikal berwarna hitam dan cokelat, pada kedua tangan bertato, memakai baju kaos
hitam dan celana jins biru dongker sobek-sobek.

Selanjutnya, jenazah dilarikan ke RSUD Cianjur. “Pada mulut korban tercium bau menyengat minuman alkohol. Untuk sementara penyebab kematian diperkirakan akibat intoksikasi atau keracunan minuman keras,” jelas Kasat.

Selang beberapa jam kemudian datang pihak keluarga korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan menolak untuk dilakukan otopsi. Hasil pemeriksaan sementara dari pihak Kedokteran Forensik RSUD Cianjur, diperkirakan korban meninggal sudah delapan jam yang lalu. Adapun luka gores pada lutut
diperkirakan akibat terjatuh.

Sementara, saat ditemui di forensik RSUD Cianjur, Maman (35), salah satu keluarga korban memaparkan, dirinya mengetahui kejadian itu dari sopir angkot dan ternyata benar yang meninggal di rel kereta api adalah saudaranya. Maman mengetahui adanya kejadian itu dari teman.

Menurutnya, DG memang jarang pulang ke rumah karena bekerja di tempat korsel atau permainan anak-anak. “Dia itu pulang ke rumah lima hingga delapan bulan sekali. Paling sebentar tiga bulanan lah, baru pulang,” akunya.

Ditemui terpisah, warga yang pertama kali menemukan DG, H Cecep S mengungkapkan, saat berjalan dirinya di pinggir rel menuju ke jalan raya melihat sesosok mayat laki-laki yang tergeletak atau tersungkur di atas rel kereta api. Tak ingin ambil resiko, ia segera menghubungi pihak security (satpam) Stasiun Kereta Api Cianjur.

Kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke anggota Polsek Cianjur Kota melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. “Saya waktu itu takut disalahkan makanya langsung melaporkan ke pihak berwajib,” ungkapnya kepada Radar Cianjur.

Diduga mayat tersebut sudah meninggal sejak malam hari karena ketika dibangunkan pada pagi hari, badannya sudah kaku, pakaiannya pun basah diguyur hujan.
“Saya kan mau ke Pasar Bojongmeron, di tengah perjalanan melihat ada orang tertidur di tengah rel kereta api, pas mau dibangunkan badannya sudah terbujur kaku,” ujar, Cecep.

(mat)