Ratusan Pegawai RSUD Pagelaran Dipecat Sepihak

RADARCIANJUR.com – Ratusan pegawai RSUD Pagelaran diberhentikan secara sepihak oleh pihak manajemen. Pemecatan tersebut dilakukan dengan memberikan secarik kertas pemberitahuan yang dikirimkan kepada masing-masing pegawai.

Salah seorang pegawai RSUD Pagelaran berinial AS (30) mengaku dirinya menjadi salah satu pegawai yang menerima pemutusan sepihak itu. Surat tersebut diterimanya pekan lalu. Sepengatahuan dirinya, jumlah pegawai yang dipecat berjumlah 200 orang lebih.

“Kami tidak terima dipecat sepihak seperti ini,” tegasnya kepada Radar Cianjur, saat dikonfirmasi.

AS menyebut, banyak sekali kejanggalan dalam pemecatan para pegawai RSUD Pagelaran. Salah satu diantaranya adalah bahwa manajemen tidak bisa menyebutkan alasan PHK tersebut.

“Tahu-tahu diberi surat pemecatan saja. Enggak ada keterangan salah kami apa, enggak ada semua,” bebernya.

Karena itu, lanjutnya, dirinya bersama ratusan pegawai RSUD Pagelaran lainnya berencana akan mengadukan permasalahan tersebut ke dewan.

“Rencananya minggu depan kami ke gedung dewan. Kami mau adukan ketidakadilan ini,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra mengakui adanya kabar pengurangan pegawai RSUD Pagelaran yang dilakukan secara besar-besaran itu.

Akan tetapi, pihaknya tak mengakui bahwa hal itu adalah pengurangan pegawai, melainkan rasionalisasi dan perampingan pegawai.

“Ada (rasionalisasi dan pengurangan pegawai, red). Itu memang sudah direncanakan sejak 2018 lalu,” katanya.

Tohari juga membantah bahwa hal itu dilakukan tanpa ada proses panjang. Sebab, sebelumnya, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait lainnya sudah melakukan sejumlah pertemuan dan pembahasan.

Hasilnya, disepakati adanya pengurangan jumla pegawai RSUD Pagelaran. Kendati demikian, lanjutnya, masih belum didapat jumlah pasti karyawan yang akan ‘dirumahkan’ itu.

Tohari juga membeberkan, pengurangan dan perampingan pegawai tak hanya dilakukan. Rencananya, hal yang sama akan dilakukan juga di RSUD Sayang dan RSUD Cimacan.

“Semua dinas dan kantor telah dilakukan analisis jabatan, tapi yang pertama dan mendesak tentu RSUD Pagelaran terlebih dahulu,” kata Tohari.

Saat ditanya apakah jumlah pegawai RSUD Pagelaran yang akan ‘drumahkan’ sekitar 200 orang, Tohari tak mengiyakan sekaligus tak membantah. Ia hanya menyebut berdasarkan analisis jabatan, RSUD Pagelaran kelebihan pegawai staf.

“Angkanya belum ada berapa yang harus dirampingkan, tadi kami membahas rapat baru mendengar masukkan dari tim analisis jabatan,” kata Tohari.

Tohari mengatakan tim analisis jabatan berasal dari RSUD Pagelaran dan dari BKPPD.

“Karena dari hasil rasionalisasi kebutuhan belanja pegawai masih lebih besar dari pendapatan yang diterima, jadi kami perlu rasionalisasi, ini juga mendesak,” pungkasnya.

(dil)