Sudah Bayar Puluhan Juta, Pegawai RSUD Pagelaran Dipecat Juga

RADARCIANJUR.com – Polemik pemecatan oleh direksi terhadap ratusan pegawai RSUD Pagelaran secara sepihak sangat disesalkan. Sebab, hal itu dilakukan dengan tanpa disertai alasan jelas.

Seperti yang diungkap Ir (28), salah seorang pegawai RSUD Pagelaran yang mengaku mendapatkan surat pemecatan dari direksi.

“Kalau saya membuat kesalahan sih enggak apa-apa. Ini saya enggak tahu kesalahan saya apa, tahu-tahu dipecat,” katanya kepada Radar Cianjur, Minggu (24/2).

Perempuan yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu juga mengaku, namanya juga sejatinya sudah masuk ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahap pertama. Artinya, dirinya sudah masuk ke dalam daftar ‘tunggu’ untuk dianggat menjadi PNS.

“Makanya, disitu anehnya. Saya yang sudah masuk DPA saja dipecat, apalagi yang lain yang belum masuk,” katanya.

Hal lain diungkap JS (26), yang mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum pegawai RSUD Pagelaran saat dirinya masuk dan melamar sebagai pagawai. Ia menceritakan, saat itu dirinya dikontak oleh salah seorang pegawai RSUD Pagelaran yang mengaku bisa menempatkan dirinya disana.

“Terus minta uang Rp10 juta. Katanya buat masuk (jadi pegawai, red),” bebernya.

Saat itu, terangnya, dirinya menawar dan akhirnya disepakati bahwa dirinya harus menyerahkan uang Rp8 juta untuk bisa masuk menjadi pegawai.

“Diserahkan langsung uangnya ke orangnya tadi, tunai,” lanjutnya.

Perempuan berjilbab itu juga menuturkan, dari cerita yang ia dapatkan dari sesama pegawai RSUD Pagelaran, ternyata bukan hanya dirinya yang diminta sejumlah uang. Melainkan ada sejumlah pegawai lainnya yang juga diminta menyetor uang.

“Malah ada yang bilang setor sampai Rp20 juta. Itu katanya temen-temen, enggak tahu bener apa enggaknya,” katanya.

Atas nasib yang diterimanya itu, ia berharap agar SK pemecatan dicabut dan mereka bisa kembali bekerja seperti biasa.

“Ya gimana kan sudah kerja, saya setor uang, terus sekarang tiba-tiba dipecat,” pungkasnya.

(radar cianjur/tim)