RSUD Pagelaran Tuding Dirut Sebelumnya

RADARCIANJUR.com – Proses pemecatan ratusan pegawai RSUD Pagelaran dinilai tak sesuai prosedur. Selain itu, juga dilakukan tanpa adanya alasan pemecatan yang jelas.

Kuasa hukum Dirut RSUD Pagelaran Dr Alwi, Yudi Junadi mengatakan, 135 orang karyawan RSUD Pagelaran non PNS yang di-PHK berdasarkan rasionalisasi yang dibutukan RSUD Pagelaran.

”Karyawanya terlalu banyak tidak sesuai dengan pendapatan, dan mereka yang di-PHK adalah berstatus pegawai harian lepas,” kata Yudi.

Yudi menuturkan, mereka yang dipecat itu menyetor sejumlah uang kepada calo dengan kisaran sampai puluhan juta rupiah.

”Mereka kerja di RSUD Pagelaran bayar ke calo, ratarata satu orang bayar dengan kisaran Rp10 juta,” bebernya.

Pihaknya menegaskan bahwa carut marut perekrutan pegawai ini tidaklah terjadi di era kepemimpinan saat ini. Sebaliknya, mereka menuding Dirut RSUD Pagelaran terdahulu lah yang menjadi penyebab rekrutmen karyawan non PNS dengan proses yang tidak jelas.

”Adanya PHK ini yang panas calo karena mereka udah bayar namun status kerjanya gak jelas,” ujar Yudi.

Di tempat yang sama, Dirut RSUD Pagelaran dr Alwi mengatakan, PHK yang dilakukan terhadap karyawan RSUD telah melalui mekanisme dan evaluasi. Selain itu, karyawan yang di- PHK tersebut tidak memiliki SK dan hanya memiliki surat tugas dari dirut sebelumnya.

”Dari 401 orang karyawan yang masuk DPS hanya 230 orang, jadi sisanya masuk di luar rekrutmen sehingga perampingan terpaksa dilakukan dan itu atas dasar intruksi bupati,” katanya.

(radar cianjur/dil)