Bikin E-KTP, WNA Gampang WNI Dipersulit

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Pemerintah Kelurahan Muka tak bisa lagi berdiam diri. Mereka segera melakukan pemeriksaan keberadaan warga negara asing (WNA) atas nama Guohui Chen yang berdomisili di Perumahan Rancabali.

Dari hasil kunjungannya, ternyata pria asal China itu terbilang jarang berada di rumah. Lurah Muka, Sofyan Sauri mengatakan, pihaknya sudah berulang kali mendatangi kediaman Guohui itu sejak pagi kemarin. Rumah yang berada di Jalan Selamet RT02/RW04 itu terlihat sepi tak ada aktivitas.

Menurut Sofyan, berdasarkan penuturan dari Ketua RT setempat, Guohui tinggal bersama istrinya. “Memang banyak yang tidak tahu dan tidak kenal. Kami akan cek juga Kartu Keluarganya,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

Ia pun memberikan ketegasan kepada segenap Ketua RT yang berada di ruang lingkup kepemimpinannya untuk memperketat pengawasan. Apalagi, saat ini pembuatan KTP Elektronik (E-KTP) sudah bisa dilakukan langsung di kantor kecamatan maupun kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Saya sudah tekankan kepada segenap Ketua RT untuk rutin melakukan pendataan dan pemeriksaan,” tuturnya.

Kendati demikian, Sofyan mengaku heran. Jumlah WNA yang memperoleh E-KTP relatif banyak. Padahal, tak sedikit warga asli Cianjur yang mengaku kesulitan untuk mendapatkan E-KTP.

“Ada kesan kalau warga negara asing ini kok mudah ya (peroleh KTP). Ini jadi perhatian kita bersama. Semoga untuk warga Cianjur lebih dimudahkan proses pembuatan E-KTP-nya,” harapnya.

Sementara itu, warga Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Bahar (42) mengaku kaget dengan banyaknya orang yang mendadak datang ke rumahnya sejak kemarin pagi. Kendati demikian, warga Jalan Prof Moch Yamin Gang Arohim ini tak sedikit pun mempermasalahkan kesalahan input NIK-nya di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Bahar mengaku, sejak dirinya tinggal di Gang Arohim dari tahun 1996, baru pertama kali mendapat pengalaman tersebut. “Sejak pagi memang banyak wartawan dan KPU datang ke rumah untuk menayakan permasalahan ini. Tapi saya juga gak ngerti mengapa terjadi masalah ini?,” tanya Bahar saat ditemui di rumahnya, (26/2).

Ia menambahkan, meski dirinya terlibat dalam permasalahan itu, namun ia tak ingin menanyakan kesalahan input NIK E-KTP miliknya ke KPUD Cianjur. “Gak. Saya gak akan datang ke KPU karena gak ada waktu,” tutur pria yang memiliki usaha menjual bakso ini.

Bahkan, Bahar pun tak akan mempermasalahkan jika dirinya tidak terdaftar di DPT pada pelaksanaan Pileg dan Pilpres nanti. “Itu semua tergantung orang-orang yang pintar aja. Mereka yang lebih tau apakah saya memiliki hak pilih atau tidak karena saya tidak tahu. Kalau disuruh milih, ya milih. Kalau enggak, ya engga,” paparnya.

(dil)