Disdukcapil Cianjur Sebut Ada Empat WNA Ajukan Izin Tinggal

Ilustrasi WNA

RADARCIANJUR.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur angkat bicara terkait kepemilikan KTP Elektronik (KTP-el) yang dimiliki warga negara asing WNA asal China.

Menurutnya, sesuai undang-undang WNA yang tinggal di Indonesia dan sudah memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap) harus diberikan identitas dalam bentuk KTP-el. Hingga Selasa (26/2), sudah ada empat WNA yang sudah mengajukan izin tinggal.

Plt Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, M Sidiq Elfatah mengatakan, pihaknya mencatat ada 17 WNA yang sudah memiliki KTP-el. Data itu sudah diserahkan ke KPU Cianjur guna meminimalisir kesalahan dalam pelaksanaan pemilu 2019. Sebab, WNA tersebut tidak diperbolehkan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan mengikuti pelaksanaan Pemilu.

Data tersebut diberikan sebagai pegangan KPU untuk pelaksanaan pemilu. Meskipun sudah memiliki KTP, namun WNA tidak mendapatkan hak pilih seperti warga biasa. “Terkait kepemilikan KTP, dia menjelaskan sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan, tepatnya pasal 63 ayat 1,” katanya, kemarin.

Ia mengungkapkan, 17 WNA yang memiliki KTP-el dengan berasal dari berbagai kewarganegaraan yaitu China, Singapura, Prancis dan beberapa negara lainnya. “Daftar nama dan alamat tempat tinggalnya sudah tercantum di dalamnya,” tutur Kadis.

Ada perbedaan antara KTP milik WNI dengan WNA apabila diperhatikan dengan seksama. “Yang membedakan KTP untuk WNI dan WNA adalah dalam KTP-el tersebut tercamtum nama negara asal WNA itu sendiri dan berlaku selama lima tahun sesuai dengan Kitap yang dikeluarkan oleh imigrasi. Sementara KTP untuk WNI berlaku seumur hidup,” paparnya kepada Radar Cianjur.

Ia menjelaskan, dalam data yang dimiliki Disdukcapil, tidak ada NIK ganda antara WNA dengan WNI. “Data kami ada 17 WNA yang sudah memiliki e-KTP dan itu tidak boleh mempunyai hak pilih pada pelaksanaan Pemilu nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UKK Imigrasi Cianjur, Faried Apriandy mengatakan, terkait kepemilikan KTP-el untuk WNA, sejak tahun 2006 sudah ada aturannya dengan catatan WNA yang sudah memiliki Kitap.

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada empat warga asing yang mengajukan izin ke UKK Imigrasi Cianjur. Ke empat orang tersebut berwarga negara Arab Saudi dua orang, Amerika Serikat satu orang dan Italia satu orang. “Semua orang asing tersebut mengajukan izin terbatas satu orang, perpanjangan izin tinggal terbatas satu orang, dan visa on travel dua orang,” pungkasnya.

(dil)