WNA China Masuk DPT Pemilu 2019, KPU Cianjur Akui Salah Input

SERUPA TAPI TAK SAMA: Ketua KPUD Cianjur, Hilam Wahyudi memperlihatkan perbedaan E-KTP milik WNI, Bahar dengan WNA, Guohui Chen.

RADARCIANJUR.com – Cianjur benar-benar gaduh kemarin. NIK dalam KTP Elektronik (E-KTP) yang dimiliki warga negara asing (WNA) asal China masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan umum (Pemilu) 2019. Tak hanya itu, NIK yang dimiliki pria bernama lengkap Guohui Chen itu sama dengan nomor induk kependudukan (NIK) warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur bernama Bahar.

Radar Cianjur mencoba untuk mengakses link https://infopemilu.kpu.go.id/pilpres2019/pemilih/cari-pemilih/. Setelah memasukkan NIK pria kebangsaan China itu, ternyata outputnya justru atas nama Bahar dengan jenis kelamin laki-laki dan terdaftar di nomor TPS 009.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana mungkin satu NIK dimiliki oleh dua orang? Dengan gentle Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur mengakui kesalahannya. Kegaduhan ini bersumber dari human error. Terjadi kesalahan dalam proses input DPT sehingga menyebabkan adanya ketimpangan antara WNA dan WNI.

Akibatnya, sejumlah warga Cianjur gaduh karena berasumsi WNA asal China itu terdaftar dalam DPT dan mempunyai hak pilih pada pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019. “Karena ini masalah NIK, dipastikan merupakan bentuk kesalahan pengetikan atau penginputan,” tutur Ketua KPUD Cianjur, Hilman Wahyudi dalam keterangan jumpa persnya, kemarin.

Ia menambahkan, isu warga negara asing masuk ke dalam DPT Pileg dan Pilpres itu hoaks dan tak benar. “Isu warga negara asing menjadi orang yang masuk ke dalam DPT tersebut hoaks. Hal itu diketahui setelah kami melakukan penulusuran informasi,” kata Hilman, di kantor KPUD Cianjur.

Menurutnya, hanya ada kesalahan input NIK atas nama Bahar di DPT yang identik dengan NIK milik Guohui Chen. “Dalam DPT tetap nama Bahar yang tercantum. Terkait kesalahan input ini, kami akan menunggu rekomendasi dari Bawaslu,” ungkapnya.

Pihaknya pun sudah melakukan pemeriksaan ulang WNA yang terdaftar dalam DPT pemilu. “Kami cek satu per satu data dari Dinas Kependudukan. Dari 17 data warga negara asing yang memiliki KTP Cianjur, tak ada satupun yang masuk ke dalam DPT,” beber Hilman.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait dengan NIK yang salah input, ia akan menelusuri letak kesalahannya dimana. “Atas nama Bahar sudah ada dalam DPT Pilgub Jabar. Namun, NIK KTP elektronik tahun 2018,” ulasnya.

Berdasarkan link https://infopemilu.kpu.go.id/pilpres2019/pemilih/cari-pemilih/, NIK yang dimiliki Bahar adalah 3203012503770011. Padahal, NIK sebenarnya yang terdapat dalam E-KTP Bahar yaitu 3203012503270011.

Komisioner Bawaslu Cianjur, Tatang Sumarna menyatakan, pihaknya akan segera merekomendasikan perbaikan NIK atas nama Bahar dalam DPT.
“Sore ini (kemarin, red) juga akan kami telusuri dan akan kami rekomendasikan perbaikan,” akunya.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah menjelaskan, adanya kabar viral WNA yang memiliki KTP Cianjur memang benar adanya. “Benar. Karena sudah sesuai dan memiliki kartu izin tinggal tetap (Kitap). Namun WNA yang memiliki hak pilih itu hoaks,” tegasnya.

(radar cianjur/dil)