Kepala Puskesmas Tanggeung Digoyang

Kepala Puskesmas Tanggeung, Euis Ratna Juita

RADARCIANJUR.com – Kinerja dan pelayanan Puskesmas Tanggeung disorot warga. Bahkan, warga sudah melayangkan surat pernyataan mosi tidak percaya, sekaligus menuntut segera dipindahkan dari jabatannya selaku Kepala Puskesmas (Kapus).

Salah satu tokoh pemuda setempat, Asep M Rohman (40) mengatakan, pelayanan kinerja Pusksesmas Tanggeung kurang proaktif jemput bola kepada masyarakat. Selain itu, warga disebutnya menilai cukup arogan.

“Bahkan kami sudah melayangkan surat ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur langsung mosi tidak percaya, artinya pengajukan pemindahan tugas Kepala Puskesmas Tanggeung segera mungkin. Kami melihat kinerjanya kurang mengayomi dan selama ini dinilai arogansi,” katanya.

Sementara, Ali, salah satu Ketua RT setempat menututkan, ada beberapa keluhan yang diungkap warga. Diantaranya sikap Kapus yang dinilai arogan dan sombong.

Malah, ia menyebut ada warga yang menyatakan kapus bertentangan dengan budaya warga setempat dan pernah mengarahkan untuk memilih partai politik tertentu.

“ASN tidak seharusnya kan tidak boleh dan jangan seperti itu. Pokoknya warga sudah banyak yang mengeluh,” bebernya.

Sementara, Kepala Puskesmas Tanggeung, Euis Ratna Juita membantah semua tudingan yang diarahkan kepadanya. Pasalnya selama ini pelayanan baik-baik saja tidak ada masalah serta tidak ada kendala apapun.

Sebagai buktinya, ia menyebut bahwa Puskesmas Tanggeung sudah terakreditasi sehingga dalam urusaun pelayanan kesehatan pun dinilai baik.

“Saya juga bingung kenapa ada keluhan seperti ini. Selama ini tidak ada apa-apa, kondusif, dan tidak ada masalah apapun. Saya kurang paham juga,” jelasnya kepada Radar Cianjur.

Mengenai surat mosi tidak percaya warga kepadanya, Euis mengaku mendengarnya. Akan tetapi, dirinya juga tak tahu persis apa yang dikeluhkan warga. Selama ini, lanjutnya, pihaknya selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Perlu diakui, kita sudah menekan angka kematian bayi dan berhasil, lalu rutin menyelenggarakan pengajian dua minggu sekali melalui gerakan keagamaan dengan warga sekitar pun selalu diundang,” bebernya.

Euis bukan tak diam saja. Dirinya malah sudah mengkonfirmasi ke beberapa tokoh masyarakat. Yang didapat malah disebutkan bahwa warga tak mengeluhkan soal pelayanan puskesmas.

“Makanya saya juga bingung ini masalahnya dimana dan apa yang dipermasalahkan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Tresna Gumilar membenarkan adanya surat mosi tidak percaya warga yang disampaikan kepada pihaknya terkait pelayanan Puskesmas Tanggeung.

Akan tetapi, pihaknya belum mempelajari dan memastikan apakah permasalahan dimaksud benar adanya atau tidak. Pihaknya juga sudah memanggil beberapa pihak terkait masalah tersebut untuk mengetahui persis permasalahn di lapangan.

“Selama ini pelayanan baik, tidak ada keluhan dari masyarakat. Makanya ini yang harus kita buka dulu semuanya biar jelas dulu masalahnya,” jelas Tresna.

(radar cianjur/mat)