Derita Uyum Warga Miskin Hidup dengan Tumor Ganas

Kondisi rumah Nenek Uyum dan tumor yang dideritanya.

RADARCIANJUR.com-Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Begitulah yang terhadi dalam kehidupan Uyum. Di tengah hidupnya yang serba kekurangan, ia malah didiagnosa tumor ganas yang bersarang di telinga kirinya. Jangankan berobat, kebutuhan sehari-hari pun sulit dipenuhi. Ironisnya, derita dan rasa sakit itu sudah dirasakan sejak belasan tahun lalu. Berikut kisahnya.

 

Sungguh prihatin dan menyedihkan nasib yang menimpa Uyum, warga Kampung Sukalilah RT3/6, Desa Ciguha, Kecamatan Sukanagara, Cianjur Selatan. Dalam hidup yang serba terbatas, ia masih harus menanggung tumor yang bersarang di telinga kirinya.

Yang cukup miris adalah, tumor itu ternyata sudah dideritanya sejak belasan tahun lalu. Selama itu juga, perempuan 54 tahun itu harus menahan sakit dan hanya menjalani pengobatan ala kadarnya saja.

Salah satu tokoh pemuda setempat, Cecep (40) mengatakan, kondisi nenek Uyum sejatinya sudah cukup memprihatinkan. Dengan penyakit tersebut, Uyum adalah salah satu warga yang tinggal di rumah kurang layak huni.

Beruntung, sejak beberapa tahun lalu, Uyum bisa mendapatkan pengobatan dengan menggunaakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dengan kartu bantuan pemerintah pusat itu pula, ia bisa mendapatkan pengobatan.

“Kalau Kartu Indonesia Sehat (KIS) dirinya punya, hanya tinggal bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur saja yang belum ada bantuan,” bebernya.

Selain mengandalkan KIS, lanjut Cecep, Uyum juga mengharapakan bantuan dari warga sekitar dan para dermawan. Pasalnya, untuk mengobati penyikitnya itu, dibutuhkan biaya yang tak sedikit.

“Kemungkinan butuh (biaya, red) besar. Apalagi ini kan tumor,” tuturnya.

Sementara, salah satu pemerhati sosial dan kemanusiaan, Junaedi (48) mengatakan, kendati Uyum sudah bisa menjalani pengobatan dengan menggunakan KIS, sejatinya masih kurang. Terlebih, Uyum juga termasuk warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Nenek Uyum ini tinggal di rumah semi permanen ukuran 8 x 6 meter. Itupun tidak layak huni,” katanya.

Junaedi menuturkan, berdasarkan cerita Uyum kepada dirinya, tumor itu bermula dari benjolan kecil di telinga kiri. Akan tetapi, kemudian benjolan tersebut terus bertambah besar.

“Sebelumnya ada benjolan di leher sebelah kiri telinganya. Setelah itu lama-mana menjadi membesar dan merasa sakit,” bebernya.

Akibat tumor yang dideritanya itu, lanjut Junaedi, telinga kiri Uyum kini sudah tak dapat berfungsi alias tak bisa mendengar. Bahkan sampai saat ini, benjolan tersebut masih terus membesar.

“Pemdes setempat sih sudah tahu sejak lama. Tapi enggak tahu kok sepertinya belum ada tindakan apapun. Padahal kan harusnya pemdes ini responsif,” sesalnya.

Di sisi lain, Uyum mengaku sudah tak bisa lagi menahan sakit yang ditimbulkan tumor di telinga kirinya itu.

“Selama ini hanya ditolong sama aktivis (pemerhati sosial dan kemanusiaan, red), sama warga,” tuturnya

Karena itu, dirinya berharap ada dermawan yang sudi membantunya berobat agar dirinya bisa lepas dari penyakit yang terus menggogoti itu.

“Mohon bantuannya. Siapapun dermawan,” pintanya.(*)