Geger! ODGJ di Agrabinta Bakar Rumah Sendiri

ODGJ di Agrabinta bakar rumah sendiri

RADARCIANJUR.com – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bisa berbuat nekat. Faktor penyebabnya pun beragam. Putus Cinta bahkan bisa jadi penyebab orang jadi gila. Kenekatan ODGJ pun tidak bisa diperdiksi, akhir pekan kemarin. seorang ODGJ nekat membakar rumahnya sendiri.

Kejadian itu terjadi di Kampung Pasir Muncang, Kecamatan Agrabinta, Cianjur Selatan. Video aksinya bahkan sempat viral di media sosial (Medsos). Sebab, vidio insiden itu tersebar di medsos pada 1 Maret 2019. Kronologis vidio itu api melalap habis rumah yang berada di pinggir jalan, sang ibu tampak menangis meraung-raung di samping anak lelakinya yang diduga pelaku pembakaran.

Sang anak yang tidak mengenakan baju beinisial AG (23) hanya duduk terdiam sambil melipatkan kedua tangannya di lutut. Ia mematung, tak ada sepatah-kata pun yang terlontar dari mulutnya.

Video anak bakar rumah orang tua ini pertama kali diunggah oleh akun Yanti Zulva. “Kitu patut budak th Imah kolot bet di duruk. Anak bakar rumah orang tuanya. Info sementara saurna di agra cianjur selatan kp pasir muncang,” tulisnya.

Hingga Sabtu, 2 Maret 2019, vidio tersebut telah dibagikan 3,1 ribu kali dan dikomentari 592 pengguna Facebook.

Pemilik akun Amoy Endang mengaku sebagai tetangga korban. Ia menceritakan kondisi yang sebenarnya. Menurutnya, pelaku adalah pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ia meminta warganet untuk tidak membully pelaku.

“Anak tersebut adalah pasien ODGJ, kalau dia dengan keadaan normal tidak akan dia membakar rumahnya sediri. Jangan salahkan anaknya, tapi kmna keluarganya kemana orang tuanya, knpa anak tsb ditinggal sendirian di rumah dengan keadaan tidak sehat. Ketika dia lapar, ketika dia menginginkan sesuatu dmna mereka (keluarganya). Jadi patutlah anak tersebut semakin menjadi karena merasa di sisihkan. Coba mengerti keadaan pasien. Terimkash,” tulisnya.

Ia mengaku telah melaporkan pelaku kepada relawan ODGJ. Pelaku telah diamankan. “Saya tetangganya. Dan saya sendiri yang sudah melaporkan kejadian ini ke pihak relawan ODGJ, sekarang pasien sudah di amankan,” tandasnya.

Ketua Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) Cianjur, Nurhamid Kartaatmaja
mengakui, kini AG (Penderita ODGJ pembakar rumahnya sendiri, red) sudah ditangani pihaknya.

Nurhamid menuturkan, AG akan diberikan pengobatan dan pemulihan lebih lanjut di Panti Rehabilitasi KSJ di Kampung Nagrak Nagrak RT2/10, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur.

“Gangguan jiwa bukan penyakit yang bersifat klenik, mistis, serta bukan akibat guna-guna, atau kesambet jin dan yang lainnya. Tapi penyakit ini adalah penyakit medis bisa disembuhkan dengan pengobatan benar dan perlakuaan baik dari kita semua,” katanya kepada Radar Cianjur.

Ketua Yayasan Keswa Ranum (YKR) Kabupaten Cianjur, Ai Rusmiati memaparkan, ODGJ itu tidak boleh dianggap sepele, sebab halusinasi itu seperti bom waktu. Bisa bakar rumah sendiri, rumah orang lain, bahkan bisa bunuh saudaranya bahkan orangtuanya sendiri.

“Untuk itu, kami terus dan terus mengupayayakan penanganan yang lebih efisien dengan cara gebyar ODGJ sistim jemput bola, yang bekerjasama dengan RSMM BOGOR Tim Medis. Dimana sesuai data kami Sudah menangani ODGJ kurang lebih 300 orang dari berbagai wilayah di Cianjur,” ujarnya.

Ai menjelaskan, beragam faktor pemicu ODGJ, diantaranya zat adiktif atau obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup maka dapat menyebabkan kerja biologi. Serta dimungkinkan juga dari beberapa faktor lainnya, seperti keturunan, ekonomi, putus sekolah, perceraian, bahkan diputusin pacar. “Dari jumlah 300 penderita ODGJ, 90 persen sudah teratasi dan 10 persen sudah sembuh,”pungkasnya.

(radar cianjur/mat)