Masyarakat Miskin Bukan Obyek

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Jawa Barat (DPD YLPKN JABAR) Hendra Malik menyayangkan adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum KUA Kecamatan Sukanagara kepada puluhan pasutri yang mengikuti pelayanan terpadi Itsbat Nikah.

“Selain pelayanan tersebut sejatinya memang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu, juga tentu saja sangat merugikan dan mencoreng muka sendiri,” tegasnya.

Hendra mengungkap, dasar pelayanan terpadu Isbat Nikah itu tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomo 1 Tahun 2015 Tentang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dalam Rangka Penerbitan Akta Perkawinan, Buku Nikah, dan Akta Kelahiran.

Akan tetapi, funsinya tetap sama yaitu fungsi pengaturan atau regelende functie bagi kelancaran penyelenggaraan peradilan.

“Lahirnya Perma ini karena tingginya angka perkawinan yang tidak dicatat, karena lemahnya akses masyarakat tidak mampu ke pengadilan,” jelasnya.

Selain itu, peraturan tersebut bertujuan meningkatkan akses terhadap pelayanan di bidang hukum, membantu masyarakat terutama yang tidak mampu dalam memperoleh hak atas akta perkawinan, buku nikah, dan akta kelahiran yang dilakukan dengan sederhana cepat dan biaya ringan.

“Kalau memang benar, pungli Isbat Nikah yang dilakukan KUA Sukanagara itu jelas sangat tidak sesuai dengan tujuan lahirnya peraturan tadi,” tegas lagi.

Terpisah, Pengadilan Agama Cianjur melalui Panitra Permohonan (PP), Ayu menjelaskan, sebetulnya ada biaya tidak gratis untuk pelayanan terpadu Isbat Nikah, yakni Rp163 ribu, sesuai dengan aturan yang ada.

“Tidak ada bayar apa-apa lagi selain itu (Rp163 ribu, red). Karena ini kan memang untuk membantu warga tidak mampu,” bebernya.

Di sisi lain, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, Asep Khaerul Mu’min menyatakan akan secepatnya memanggil oknum KUA yang diduga telah melakukan dugaan pungli.

Jika memang benar telah melakukan pungli, pihaknya berjanji akan memberika sanksi tegas kepada oknum dimaksud.

“Segera dipanggil semua pihak, jangan sampai terjadi lagi. Kalau memang itu benar, kami akan berikan sanksi tegas,” singkatnya.

(radar cianjur/mat)