Nenggak Miras, Gituan Rame-rame

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Dua perempuan belia berusia 19-20 tahun dikabarkan menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan tujuh pemuda di Kecamatan Cidaun pada Senin (4/3) sekitar pukul 18:30 WIB. Namun, berdasarkan penelusuran Polsek Cidaun, sekumpulan pemuda yang puas menenggak miras tidak melakukan pemerkosaan melainkan melakukan hubungan suami istri atas suka sama suka.

Kapolsek Cidaun, AKP M Falahudin mengatakan, kejadian bermula saat orangtua salah satu pemudi mendatangi lokasi tempat berkumpulnya anak perempuannya bersama tujuh pemuda di dalam rumah. “Jelasnya, ada dua pasang anak baru gede (ABG) yang saling mencintai melakukan hubungan badan. Sebelumnya mereka menenggak minuman keras (miras), akibatnya mereka merasa terangsang dan terjadilah persetubuhan,” katanya.

Kumpulan pemuda pemudi itu berkumpul di salah satu rumah anak muda yang rata-rata usianya sekitar 19 hingga 20 tahun. Lalu, dua di antaranya masing masing berpasangan. Saat yang lainnya berkumpul di ruangan rumah asik sedang ngobrol, kedua pasangan justru asik melakukan persetubuhan.

“Setelah itu, mungkin mereka tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam kamar. Awalnya memang ada laporan dari salah satu orangtua perempuan melaporkan ke warga. Lalu mendatangi rumah tersebut, akhirnya ketahuan. Dianggapnya telah terjadi tindakan pemerkosaan,” jelas Kapolsek.

Ia menambahkan, kabar pemerkosaan itu tidak benar dan bukan peristiwa pemerkosaan melainkan peristiwa kenakalan anak remaja. Diduga melakukan perbuataan hubungan badan atas dasar suka sama suka, meski sebelumnya pesta minuman keras (miras) bersama teman-temannya saat itu.

“Nah, setelah kami dalami kejadian itu tidak benar. Disimpulkan itu bukan merupakan peristiwa pidana. Tapi apabila nanti ada perkembangan lebih lanjut akan disampaikan kembali,” paparrnya.

Kapolsek mengimbau, kepada orangtua yang masih memiliki anak perempuan, ketika main keluar rumah malam harus segera dicari. Terkecuali sudah bersuami, selanjutnya masalah ini sudah diserahkan kepada para orangtua masing-masing. “Informasinya salah satunya pasangan sejoli mau langsung dinikahkan oleh kedua orangtuanya. Keenam pemuda lagi sudah diamankan guna untuk melakukan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

(mat)