Dua Kampung Tertutup Longsor

MASIH RAWAN: Sejumlah rumah terancam tertimpa longsor. Sejumlah warga terpaksa harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Bencana alam kembali memukul Cianjur belahan selatan. Kali ini, pergerakan tanah dan longsor menyapu Kampung Parigi dan Kampung Parigi di Desa Puncakbaru, Kecamatan Cidaun pada Rabu (6/3) sore hari. Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah rumah warga tertutupi material tanah dampak longsor.

Kejadian bermual saat hujan deras terus mengguyur Cianjur Selatan sehingga membuat dua bencana alam terjadi sekaligus. Akibatnya, satu rumah tertimpa longsoran dan lima rumah terancam sedangkan hektaran sawah habis.

Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tranribum) Kecamatan Cidaun, Eli Suardi mengatakan, bencana alam longsor dan pergerakan tanah terjadi pada Rabu (6/3) sekitar pukul 17:00 WIB. “Jadi dua kampung yang terkena dampak bencana alam,” katanya kepada Radar Cianjur.

Ia menyambungkan, data sementara baru satu rumah milik Saripudin (50) yang tertimpa material longsoran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun lima keluarga diantaranya rumah milik Tarsih (79), Harsa (46), Ocim (52), Asep (39), dan rumah Iding (82) terancam bahaya. “Belum lagi ada kurang lebih tiga hektar sawah milik warga habis tertimbun material longsor. Untuk penanganan sementara kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa mengamankan warga diungsikan ke rumah warga posisinya lebih aman,” papar Suardi.

Kini warga yang terancam bencana alam tersebut sudah diamankan dengan menempati rumah warga yang rumah warga jauh dari lokasi. Saat ini, lanjutnya, warga membutuhkan bantuan berupa makanan, obat-obatan dan pakaian. “Kami sudah sampaikan kepada BPBD Kabupaten Cianjur saat ini (kemarin, red) sedang menuju ke lokasi. Medan dan jarak tempuh cukup jauh dan mungkin masih di perjalanan,” ungkapnya.

Sementara, salah satu anggota relawan Cidaun, Sandi Guntara (28) memaparkan, akibat bencana alam yang terjadi Rabu (6/3) hingga kemarin mengalami padam listrik. “Warga saat ini sangat membutuhkan makanan dan pakaian juga obat-obatan,” pungkasnya.

Salah satu petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Cianjur, Nena Rohimah mengatakan, sudah mengetahui kejadian bencana alam tersebut. Kini pihaknya sedang meluncur bergerak menuju lokasi. “Data yang terdampak bencana tersebut masih dalam pendataan dan nanti hasilnya akan disampaikan lebih lanjut. Saat ini tim baru berangkat kang belum bisa menjelaskan secara detail,” ulasnya.

(mat)