Uang Rp397 Juta Dirampok di Siang Bolong

KRIMINAL: Aksi perampokan di depan kantor Unit Pelayanan Keuangan (UPK) Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi terekam CCTV.

RADARCIANJUR.com-Tindakan kriminalitas kian berani beraksi, tak hanya di malam hari, bahkan siang hari pun para pelaku sangat berani melakukan aksinya. Seperti aksi kriminalitas perampokan yang terjadi di depan kantor Unit Pelayanan Keuangan (UPK) Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Selasa (5/3) sekitar pukul 11.10 WIB.

Dari informasi yang dihimpun Radar Cianjur, korban pencurian bernama Endi Suwendi (64) yang merupakan Ketua Badan Keuangan Antar Desa (BKAD), saat itu dirinya baru pulang mengambil uang dari salah satu bank di Cipanas. Diduga pria berusia lanjut itu sudah dibuntuti, begitu berhenti dan ingin parkir motor di depan kantor UPK, pelaku langsung merampas paksa tas korban, beruntung korban selamat, namun uang sebanyak Rp397 juta raib dibawa kawanan rampok.

“Memang tidak ada waktu untuk mencoba melawan, ataupun menahan tas yang berisi uang itu. Karena jika dilihat dari cctv, kejadiannya begitu cepat sekitar 51 detik,” papar Ketua UPK Kecamatan Sukaresmi Dodi Sopyan Ramdan saat ditemui di ruangannya.

Dijelaskan Dodi dari pengakuan korban, pelaku itu berjumlah dua orang. Yang satu menunggu di motor dan satu lagi sebagai eksekutor. Hasil keterangan dari korban badan pelaku tidak terlalu besar dan rambut agak cepak dibagian pinggir, dengan menggunakan jaket dan celana pendek.

“Sedangkan yang menunggu di motor pelaku menggunakan motor vixion warna hitam, dan sempat terlihat saat akan dikejar pelaku melarikan diri ke arah Pasar GSP,” jelasnya.

Lebih lanjut Dodi menuturkan, uang tersebut peruntukannya untuk pencairan dana nasabah kelompok simpan pinjam di empat desa, yakni Desa Ciwalen, Cikanyere, Pakuon, dan Sukaresmi.

“Ada tujuh kelompok simpan pinjam sebagai kelompok penerima manfaat. Mereka bergerak di usaha kecil menengah kebawah,” tuturnya.

Camat Sukaresmi Edi Firmansyah menambahkan, atas kejadian tersebut pihaknya mengimbau dan mengintruksikan kepada seluruh staf maupun karyawan yang ada di UPK, agar bisa menjadi satu tolak ukur serta bahan evaluasi. Bahwa terkait pengamanan harus benar-benar lebih diperhatikan.

“Yang namanya musibah itu kan memang tidak ada yang tahu. Akan tetapi jika kita semua bisa lebih waspada dan hati-hati, Insya Allah tidak akan terjadi. Dan saya berharap, para pelaku semoga bisa cepat ditangkap,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukaresmi AKP Gito mengungkapkan, telah tejadi tindak kriminal di wilayah hukum Polsek Sukaresmi, usai mendapat laporan, pihaknya bersama jajaran anggota Polsek langsung cek tempat kejadian peristiwa (TKP) di kantor UPK.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan, mengumpulkan para saksi, termasuk korban dimintai keterangan untuk mengungkap ciri-ciri pelaku,” ujarnya.

Gito menambahkan, dari keterangan sementara yang didapat informasi tentang ciri-ciri korban. Pelaku saat beraksi menggunakan sepeda motor, tapi belum diketahui nomor polisinya. Salah satu pelaku yang menjambret tidak memakai helm, dan satu pelaku lainnya menunggu di atas sepeda motor.

“Jadi pelaku seperti ini biasanya sudah menjadi pemain dan punya kelompok profesional. Jaringannya pun tidak main-main. Kami pun mengimbau dan sampaikan, baik dinas, instansi, ataupun pemerintah desa, bisa selalu berkoordinasi dengan kami. Sehingga jika membutuhkan pengamanan, kami akan bantu secara gratis,” pungkasnya.

(dan)