Ribuan Surat Suara Pilpres di Cianjur Rusak

KEJAR TARGET: Surat suara untuk pemilihan presiden (pilpres) beberapa didapati rusak serta kurang jumlah. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur mendata ada ribuan kertas suara Pemilihan Presiden 2019 rusak. Jumlah tersebut dimunkinkan masih bisa bertambah.

Proses pelipatan surat suara untuk pilpres mulai dikejar target. Pasalnya, proses pelipatan surat suara yang dijadwalkan dilakukan selama empat hari sejak hari Rabu (6/3) hingga Sabtu (9/3), dipercepat menjadi tiga hari.

Hal tersebut dilakukan agar sisa satu hari bisa digunakan para pekerja bisa memanfaatkan waktu untuk istirahat sebelum proses pelipatan selanjutnya.

Kenyataan di lapangan, surat suara yang diterma oleh KPUD Cianjur dari percetakan tak semua tergolong bagus atau pun sempurna. Di hari pertama saja terdapat 486 surat suara yang rusak. Sedangkan di hari kedua didapati sebaanyak 973 surat suara rusak.

“Kalau di hari pertama ada 485 surat suara yang rusak, di hari berikutnya 973,” kata Sekretaris KPUD Cianjur, Endan Hamdani, kemarin.

Tak hanya itu, KPUD Cianjur juga menemukan adanya kekurangan surat suara dalam setiap boks kardus yang diterima. Seharusnya, setiap boks berisi 2000 surat suara. Akan tetapi, rata-rata setiap boks memiliki kekurangan sejumlah 15 surat suara.

“Isi satu boks atau per dus sebanyak 2000 lembar surat suara. Tapi ada yang kurang dan ada juga yang lebih dengan kekurangan dan kelebihan bervariasi. Tapi ada beberapa yang kurang dengan rata-rata 15 surat suara,” jelasnya.

Ia menjelaskan, surat suara yang mengalami kerusakan tersebut telah diamankan dan pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke KPU RI setelah mencatat jumlah secara keseluruhan.

Kemungkinan, jumlah surat suara yang rusak akan bertambah karena proses pelipatan dan peyortiran baru selesai besok.

“Setelah tercatat secara menyeluruh kami akan dibuatkan laporan berita acara ke KPU RI terkait kerusakan dan kekurangan jumlah surat suara,” katanya.

KPUD Cianjur, lanjutnya, sudah melaporkan kerusakan dan kekurangan surat suara tersebut ke KPU pusat. Hingga nantinya akan ada surat rekomendasi untuk tindaklanjut dari sura suara yang rusak tersebut.

Sementara untuk surat suara yang kurang akan dikoordinasikan ke percetakan setelah adanya arahan dari KPU pusat. Saat ini, seluruh surat suara yang rusak sudah diamankan KPUD Cianjur sebagai bukti.

“Surat suara yang rusak sudah kita amankan, nantinya sebagai bukti laporan ke KPU pusat. Jika harus dimusnahkan, maka pemusnahan tersebut disaksikan oleh Bawaslu dan juga pihak kepolisian,” jelasnya.

Pada tahap selanjutnya, pelipatan serta penyortiran dilakukan untuk surat suara DPD RI dengan target yang sama yaitu empat hari.

Dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2019 ini, KPU Cianjur melibatkan sekitar 2.500 orang yang terbagi dalam 25 kelompok.

(radar cianjur/kim)