Satpam Cianjur Banyak tak Bersertifikasi

Sejumlah anggota Kepolisian dari Polda Jawa Barat melakukan sidak anggota Satuan Pengamanan (Satpam

RADARCIANJUR.com – Sejumlah anggota Kepolisian dari Polda Jawa Barat melakukan sidak anggota Satuan Pengamanan (Satpam) yang bekerja di sejumlah perusahaan swasta dan BUMN di Cianjur, seperti RSUD Cianjur, PT Ema dan Mundo, Minggu (10/3).

Direktur PT Mental Baja Padjadjaran, Muchtar alias Kang Utay mengatakan, di Cianjur ada sekitar 2.800 warga bekerja sebagai satpam. Artinya, dari jumlah tersebut, belum seluruhnya memiliki legalitas.

Karena itu, pihaknya menekankan harus ada payung hukum jelas bila ingin menjadi satpam.

“Dari 2.800 orang itu paling hanya sekitar 10 persen yang sudah memiliki sertifikat yang jelas sebagai satpam, legalitasnya diakui jelas,” katanya, Sabtu (9/3).

Pihaknya menekankan, menjadi satpam memang harus memiliki legalitas dan jangan sampai asal-asalan karena legalitas dinilai sangat penting. Salah satu alasan kewajiban memiliki sertifikat itu, jelasnya, tidak lain untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jadi bisa terlindungi kalau ada permasalahan,” jelasnya.

Sementara, Dicky Rahmat Kurnia, seorang satpam RSUD Cianjur memaparkan, memakai seragam satpam juga tak bisa sembarangan. Hanya mereka yang memiliki sertifikat saja yang berhak mengenakan seragam satpam.

Minimal, sertifikat yang dikantongi adalah sertifikat Gada Pratama. “Dari data yang ada, baru sebagian satpam di Kabupaten Cianjur yang telah menempuh pendidikan dan bersertifikat,” bebernya.

Karena itu, dirinya mengapresiasi adanya sidak dari Polda Jabar tersebut. Dengan begitu, baik satpam maupun perusahaan bisa memberikan imbauan kepara para satpam karyawannya masing-masing untuk melengkapi diri dengan sertifikat.

“Sidak ini artinya mendata dan memeriksa KTA satpam di sejumlah perusahaan di Cianjur dan melakukan imbauan dan informasi terkait keharusan memiliki sertifikat Gada Pratama,” katanya.

Sementara, Kompol Asep Kusnadi mengatakan, berdasarkan aturan Kapolri Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Sistem Pengamanan Manajemen Perusahaan atau Instansi Pemerintahan, menyatakan, bahwa setiap petugas keamanan wajib memiliki sertifikat Gada Pratama.

Gada Pratama yakni pelatihan dasar wajib bagi setiap calon petugas keamanan, dan bukan hanya memiliki badan bagus atau memiliki keahlian beladiri saja.

“Artinya, harus mengikuti pelatihan jadi seorang satpam dam memiliki sertifikat langsung yang dikeluarkan oleh Polda Jabar. Jadi, saat ini tidak sembarangan bisa menjadi seorang satpam,” jelasnya.

Atas dasar itu, pihaknya mengimbau kepada satpam di Cianjur, khususnya yang belum memiliki sertifikat agar tidak mengenakan seragam satpam.

“Jadi harus ikut pelatihan khusus dulu dan wajib memiliki sertifikat biar legalitasnya jelas, diakui,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengingatkan, bagi mereka yang masih ‘membandel’, pihaknya tak segan-segan memberikan sanksi tegas.

“Kalau sudah dua kali diimbau dan diingatkan masih bandel, ya ada tindakan tegas,” pungkasnya.

(mat)