Dua Hari Beruntun Si Jago Merah Beraksi, Setengah Miliar Lebih Hangus

Dua Hari Beruntun Si Jago Merah Beraksi, Setengah Miliar Lebih Hangus

RADARCIANJUR.com – Sedikitnya tiga rumah bedeng di
Gg Nyili RT3/8, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur
, ludes dilalap api. Masing-masing adalah rumah milik Yayan (60), Deni Kustiawan (47) dan Maryati (50).

Kejadian kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (14/3) kemarin sekitar pukul 09.00 WIB. Akibat kebakaran tersebut, warga sekitar sempat berhamburan keluar rumah karena ketakutan.

Yudi Aryadi (40) salah satu saksi mata menuturkan, saat itu istrinya tengah berada di rumah kontrakkannya yang tak jauh dari ketiga rumah yang terbakar itu. Tiba-tiba, terdengar suara letupan yang berasal dari lantai dua rumah tersebut.

“Seperti suara meleduk gitu, dari atas (lantai dua, red). Terus istri langsung memberitahu saya,” tuturnya.

Karena penasaran, ia pun langsung mengecek asal suara dimaksud. Ternyata, saat itu api sudah cukup besar dan melalap sebagian bangunan yang terbuat dari kayu. Dalam waktu singkat, api lantas menyambar bangunan rumah yang ada di sebelahnya.

“Saya waktu itu panik juga, apalagi api sudah menyambar ke rumah sebelah. Makanya langsung memberitahu tetangga lainnya,” bebernya.

Mendapati hal itu, sejumlah warga berupaya melakukan pemadaman mandiri dengan alat seadanya. Sayangnya, api yang dengan cepat membesar membuat upaya warga sia-sia. Api sudah merembet menyambar tiga rumah warga.

Warga lantas langsung melaporkan kebakaran tersebut ke polisi dan Dinas Kebakaran Cianjur yang datang tak lama setelah api membesar.

“Saat itu juga tidak lama datang lah petugas kepolisian disusul dua unit mobil damkar.
Akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 10.20 WIB,” katanya.

Yudi menambahkan, bagian rumah yang terbakar di antaranya bagian belakang dan loteng dengan luas bangunan rumah masing-masing 5 x 6 meter. Ia menduga, asal api dari arus pendek listri di salah satu rumah yang terbakar.

“Kerugian kurang lebih perkirakan sekitar Rp60 juta,” tutur Yudi.

Sementara, Deni (47), salah satu warga yang rumahnya terbakar mengatakan, saat si jago merah beraksi, ia dan keluarganya sedang tak berada di rumah. Namun, ia sempat berhasil menyelamatkan sejumlah barang-barang berharga miliknya.

“Sebisa mungkin menyelamatkan barang berharga. Beruntung, anak dan istri selamat,” akunya.

Terpisah, Komandan Regu (Danru) Damkar Kabupaten Cianjur, Inay Inayat mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 10:15 WIB. Saat itu juga, pihaknya menerjunkan 15 personil dan dua unit mobil damkar ke lokasi.

“Jarak tempuh sekitar tujuh kilometer sampai ke lokasi. Tapi untuk bisa ke lokasi jalan berliku dan sempit,” katanya.

Pihaknya menduga, kebakaran tersebut dipicu adanya arus pendek listrik. Sedangkan total kerugian dari tiga rumah yang terbakar ditaksir mencapai Rp500 juta rupiah.

“Beruntung tidak ada korban sama sekali,” tutupnya.

Sementara itu, satu unit rumah semi permanen berukuran 6 x 5 meter milik H Karnudin (40), warga Kampung Bojonhuni RT3/2, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku diamuk si jago merah, Kamis (14/3) sekitar pukul 10.30 WIB.

Akibat kebakaran tersebut, 15 ekor kambing milik Karnudin menjadi korban karena ikut terpanggang api. Selain itu, seluruh harta bendanya ikut hangus terbakar.

Karnudin mengaku, saat kebakaran terjadi, dirinya sedang tak ada di rumah karena bekerja. Ia pun baru mengetahui rumahnya dilalap si jago merah setelah diberitahu oleh salah seorang tetangganya.

“Pas dikasi tahu saya langsung pulang. Ternyata sudah ludes semua,” bebernya.

Selain 15 ekor kambing peliharaannya, seluruh harta bendanya juga ikut ludes terbakar.

“Kerugian materi sekitar Rp80 juta. 15 ekor kambing juga bangunan rumah dan seisinya habis ludes terbakar,” ucapnya.

Sementara, Bhabinkamtibmas Desa Sukakerta, Brigadir Riki Bagja Permana membenarkan sebelumnya pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga setempat. Saat itu juga, pihaknya langsung meluncur ke lokasi.

“Kerugian diantaranya terdiri dari bangunan rumah dan kandang kambing sebanyak 15 ekor terpanggang habis,” katanya.

Riki menyatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, berdasarkan pengakuan istri pemilik rumah, kebakaran tersebut diduga akibat obat nyamuk bakar.

“Saat itu lupa dipadamkan oleh istri pemilik rumah,” tuturnya.

Beruntung, lanjutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka dari kebakaran tersebut, selain kerugian material.

“Hanya kerugian materi saja. Kini korban sangat mengharapkan bantuan,” tutupnya.

(mat)