Surat Suara Pilpres Kurang 27.205, DPD Lebih 3.608 Lembar

KEJAR TARGET: Surat suara untuk pemilihan presiden (pilpres) beberapa didapati rusak serta kurang jumlah. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com -Jelang pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur, kekurangan kertas surat suara, terutama untuk Pilpres sebanyak 27.205 lembar.

Sebaliknya surat suara untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kelebihan sebanyak 3.608 lembar.

Ketua KPUD Cianjur Hilman Wahyudi membenarkan terkait kekurangan surat suara tersebut, karena banyak yang rusak setelah dilakukan sortir dan pelipatan.

“Setelah kami lakukan penyortiran kertas surat suara pilpres dari 850 dus ditemukan kekurangan jumlah di beberapa kemasan dus dari tiap dus itu harusnya berjumlah 2.000 kertas surat suara, namun saat kami hitung ternyata kurang,” kata Hilman kepada Radar Cianjur.

Hilman menyampaikan, atas kekurangan kertas surat suara pihaknya langsung melaporkan ke KPU RI untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami sudah laporkan kekurangan kertas surat suara ini ke KPU RI untuk segera ditindaklanjuti dan kami berharap KPU RI segera mengirim kembali surat suara yang baru,” ujarnya.

Menurut Hilman, jika digabung kekurangan dan kerusakan surat suara pilpres yang ditemukan KPU Cianjur hingga saat ini, tercatat sebanyak 27.205 lembar terdiri dari 3.370 lembar kertas suara yang rusak pada sortir dan pelipatan tahap pertama dan 23.835 lembar kekurangan kertas surat suara pilpres tahap dua.

“Jadi dari catatan kami total semuanya baik yang rusak maupun kekurangan kertas surat suara berjumlah 27.205 lembar masing-masing terdiri dari 3.370 lembar kertas surat suara yang rusak dan 23.835 lembar kekurangan kertas surat suara,” jelasnya.

Sebelumnya, KPUD Kabupaten Cianjur melibatkan sebanyak 2.500 orang dalam penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Pemilu tahun 2019.

Sebanyak 1,7 juta surat suara dari semua jenis melibatkan 2.500 orang untuk melakukan penyortir dan pelipatan yang dibagi kedalam lima gelombang.

Gelombang pertama melakukan pelipatan untuk surat suara pilpres, dan sortir surat suara DPD RI dilakukan pada gelombang kedua, lalu gelombang ketiga untuk DPRD RI. Sedangkan untuk surat suara DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten dilakukan pada gelombang keempat dan kelima.

Satu jenis surat suara melibatkan sebanyak 500 orang. Pelipatan dan penyortiran tersebut akan dilaksanakan selama 20 hari. Setiap jenis surat suara tersebut di targerkan selesai dalam empat hari.

“500 orang tersebut di bagi ke dalam 25 kelompok, setiap kelompoknya terdiri dari 20 orang, dan diawasi oleh satu orang pengawas. Setiap kelompoknya ditugaskan untuk menyelesaikan 8 bok surat suara,” tambah Hilman beberapa waktu lalu.

Hilman mengungkapkan, setiap hari dalam proses pelipatan dan penyortiran pihaknya menemukan adanya beberapa surat suara yang mengalami kerusakan. “Surat suara yang mengalami kerusakan dipisahakan,” tambahnya.

Selain surat suara pilpres, KPUD juga menemukan kelebihan surat suara pemilihan DPD sebanyak 3.608 lembar pada sortir surat suara gelombang kedua. Sortir surat suara sendiri akan selesai pada 25 Maret mendatang.

(dil/kim)