Tukang Becak Nyambi Jadi Kurir Narkoba

EKPOSE: Polres Cianjur saat menggelar pers rilis pengungkapan narkoba.

RADARCIANJUR.com – Seorang tukang becak berinisial RR (55) terpaksa berurusan dengan Satuan Reserse dan Narkoba (Satrenarkoba) Polres Cianjur. Ia juga terancam tak bisa menarik becak lagi untuk menafkahi keluarganya paling singkat hingga lima tahun ke depan.

Tukang becak yang biasa mangkal di kawasang Bojongherang, Cianjur ini kedapatan menjadi kurir narkoba jenis sabu. pria paruh baya ini memanfaatkan penutup becak miliknya, sebagai tempat untuk menyimpan ganja pesanan dari para konsumen yang diarahkan kepadanya.

Di antara terpal itu pula, RR selalu menyelipkan paket-paket ganja siap edar. Selain menangkap RR, polisi juga mendapati barang bukti 35,49 gram sabu yang sudah dikemas dalam beberapa kantong plastik pada bagian kiri becak miliknya.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan, modus tempel narkoba dengan di becak sejatinya bukan merupakan hal baru. Karena itu, kendati RR mengaku baru sekali ini menjalankan ‘profesi’ tersebut, tapi diyakini ia sudah kerap kali melakukan hal serupa.

“Kalau dilihat dari hasil pemeriksaan, sepertinya kurir ini sudah beberapa kali melakukannya,” kata Soliyah saat menggelar pers rilis di Mapolres Cianjur, Sabtu (16/3/19).

Namun yang cukup mengejutkan adalah, kata Soliyah, jaringan pengedar narkoba ini ternyata dikendalikan dari dalam lingkungan lapas. Artinya, pemilik barang haram tersebut adalah seorang napi narkoba yang sudah diketahui identitasnya.

“Jadi ini sabu milik seorang napi narkoba. RR yang bertugas untuk memberikan pesanan sabu,” jelasnya.

Selama ini, maih menurut pengakuan RR, sang napi dimaksud berhubungan dengan RR melalui sambungan telepon. Setiap kali ada pemesan, RR ditugasi memberikan sabu dalam jumlah tertentu.

“Jadi si pemesan pesan sabu ke napi tadi, terus telepon ke RR. Jadi si pemesan mengambil sendiri sabu di becak tadi,” beber Soliyah.

Soliyah mengatakan, selain RR, pihaknya juga mengamankan empat tersangka lainnya yakni DS, IM, AG, dan ES. Dari keempatnya, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 10 paket sabu seberat 35,49 gram.

Selain itu juga diamankan tiga bungkus plastik bening berisi sabu seberat 2,15 gram, dua kantong plastik kemasan warna silver berisi ganja seberat 406,96 gram, 12 plastik bening berisi ganja seberat 27,76 gram, serta berbagai peralatan dan kendaraan bermotor.

“Selain RR, ada empat tersangka pengedar sabu dan ganja yang juga kami amankan,” ujarnya.

Untuk peredarannya, beber Soliyah, sabu dan ganja tersebut diedarkan di wilayah Cianjur. Sedangkan asal muasal barang haram tersebut, diyakini bersal dari luar kota.
“Ini makanya masih kami kembangkan lagi. Termasuk napi narkoba yang memasok sabu yang diedarkan RR ini,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kelimat tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Junto Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” pungkasnya.

(dil)