Cianjur Dicengkeram Narkoba

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur mengungkap, dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur hanya empat kecamatan yang bebas dari peredaran narkoba. Hal itu berarti, 28 kecamatan sudah menjadi wilayah peredaran narkoba berbagai jenis.

Dan dari total 360 desa yang ada di Kabupaten Cianjur, total 110 desa di antaranya sudah terindikasi rawan peredaran narkoba.

Hal itu diungkap Kepala BNNK Cianjur, AKBP Basuki saat menjadi pemateri dalam sosialisasi penyalahgunaan narkoba yang digelar bersama Pemkab Cianjur kepada seluruh desa di Hotel Bydiel, Cianjur, Selasa (19/3) kemarin.

Sosialisasi itu sendiri merupakan program Desa Bersinar (Desa Bersih dari Narkoba).

Basuki mengatakan, alasan dibentuknya Desa Bersinar karena penyalahgunaan narkoba dewasa ini terus bertambah dan makin mengkhawatirkan.

Dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur, sudah 28 kecamatan terindikasi terpapar penyalahgunaan narkoba. Dan dari 360 desa 110 desa di antaranya sudah terindikasi menjadi wilayah dengan penyebaran narkoba.

“Ini sangat darurat dan sulit untuk memberantas,” katanya.

Program Desa Bersinar itu sendiri, jelas Basuki, merupakan salah satu upaya untuk membendung dan memberantas peredaran narkoba yang sudah masuk ke desa-desa dan kampung-kampung.

“Maka, kami bersama Pemkab Cianjur berkomitmen bagaimana caranya para kepala desa dan lurah, beserta perangkat desa, untuk ikut andil dalam pemberantasan narkoba,” jelasnya.

Ia menyatakan, dari seluruh daerah (kecamatan, red) di Kabupaten Cianjur, hanya empat kecamatan yang bisa dikatakan bersih dari peredaran narkoba.

“Dari 32 kecamatan, hanya kecamatan Agrabinta, Leles, Mande dan Pasirkuda yang belum terindikasi narkoba,” bebernya.

Sementara, lanjut Basuki, kecamatan dengan tingkat kerawanan peredaran dan penyalahgunaan narkoba tertinggi ada di Kecamatan Cianjur Kota. Alasannya, Cianjur kota adalah wilayah yang paling ramai dan padat dibanding kecamatan lainnya.

Selain itu, indikasi lain yang membuat Cianjur kota menjadi wilayah paling rawan bisa dilihat berdasarkan pengungkapan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta rehabilitasi yang cukup tinggi.

“Karena biasanya narkoba mudah beredar di tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian, apalgi dilengkapi dengan berbagai macam tempat hiburan,” katanya.

Selain itu, Kecamatan Cipanas, Pacet dan Karangtengah juga menjadi wilayan yang cukup rawan. Pasalnya, ketiga wilayah tersebut, cukup berdekatan dengan Cianjur kota.

“Kalau Cipanas dan Pacet kan mirip dengan Cianjur, cukup ramai dan padat. Juga ditambah menjadi kawasan wisata yang pastinya menarik banyak orang untuk datang,” jelasnya.

Basuki meyakini, dengan program Desa Bersinar, bisa menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, upaya pencegahan dan pemberantasan dilakukan di tingkat desa dengan melibatkan semua pihak dan masyarakat.

“Sekarang itu adalah pemetaan, setelah itu sosialisasi jadi desiminasi. Kades nanti Danramil dan Kapolsek bisa mengetahui bagaimana menggerakkan komponen masyarakat di tingkat desa,” papar dia.

Sementara Kepala Desa Sirnagalih Agus Zaenal Abidin mengatakan, sesuai dengan intruksi dari BNNK Cianjur, pihaknya akan membentuk tim sosialisasi untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di wilayahnya.

Harapannya, dengan program tersebut, bisa membuat desa yang dipimpinnya terbebas dari jeratan dan peredaran narkoba.

“Meskipun tantangannya berat, karena desa kami berada di tengah kota, juga dekat dengan terminal. Akan tetapi kami optimis bisa melakukan pencegahan peredaran maupun penyalahgunaan narkoba,” yaknin Agus.

Agus juga berkomitmen, ke depan, Desa Sirnagalih bisa terbebas dari narkoba.

“Kita berkomitmen mudah-mudahan ke depan Desa Sirnagalih bersih dari narkoba,” tuturnya.

(dil)