KSJ Bebaskan Eks Ketua RT Derita ODGJ di Naringgul

KSJ Bebaskan Eks Ketua RT Derita ODGJ di Naringgul

RADARCIANJUR.com – AJ (46) warga Kampung Cidalung, Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, menderita Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) alias stres mendapatkan bantuan pengobatan dan perawatan untuk disembuhkan oleh Yayasan Istana KSJ cianjur.

Pembebasan AJ dari kurungan dan pasung yang terbuat dari bambu berukuran 120 x 170 centimeter oleh tim Yayasan Istana KSJ dan Tim Kesehatan Jiwa PKM Puskesmas Naringgul serta warga dan keluarga berjalan lancar dan aman tanpa adanya hambatan.

Pantauan wartawan ini di lokasi evakuasi, Selasa (19/3) Tim membebaskan AJ dari kurungan pasung untuk dibawa ke Yayasan Istana KSJ dengan menggunakan mobil.
Sebelumnya AJ pernah menjabat ketua RT di kampungnya dan berinteraksi seperti kebanyakan warga, namun pada tahun 2006 AJ mengalami gangguan jiwa hinga sekarang dan sudah tidak memiliki istri dan dikaruniai dua orang anak.

Dikatakan Dedi (44) adik kandung AJ, dirinya bersama keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Yayasan Istana KSJ yang sudah membantu untuk membiayai pengobatan dan akan merawat Kaka kandungnya yang sekarang mengalami gangguan jiwa.

“Kami sangat berterimakasih banyak kepada tim relawan Yayasan Istana KSJ juga Tim Keswa PKM Puskesmas Naringgul yang sudah membantu untuk pengobatan saudara saya, tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun,” ungkapnya.

Dirinya berharap, AJ setelah diobati dan dirawat di Yayasan bisa sembuh kembali seperti biasanya. “Kami juga atas nama keluarga mengucapkan beribu terimakasih atas bantuan yang sudah diberikan oleh Yayasan, mudah-mudahan amal baik ini diganti dan dilipatgandakan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Istana KSJ yang sekaligus sebagai Ketua Lapangan, Feri menjelaskan AJ selanjutnya akan dibawa ke Yayasan Istana KSJ untuk mendapat perawatan dan rehabilitasi sosial. “Semoga beliau cepat pulih kembali agar bisa beraktifitas lagi sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, tujuan membantu program pemerintah dalam hal pembebasan pasung bagi ODGJ berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dengan adanya pemasungan tidak diperbolehkan, karena sudah ada Undang-Undangnya.

“Untuk antisipasi bahwa selain dipasung masih ada jalan lain untuk mengobatinya, bisa lapor melalui puskesmas terdekat dengan berkoordinasi dengan pihak puskesmas pun bisa memberikan obat, kita yakini penyakit semacam ini bisa disembuhkan oleh medis dan sudah banyak eks yayasan kami yang sudah sembuh malahan sudah berinteraksi kembali dengan warga juga sudah bisa usaha sendiri,” terangnya.

Feri melanjutkan, untuk di Cianjur selatan sendiri sudah banyak yang sudah dibantu yayasannya. Rata-rata penderita ODGJ di Cianjur selatan ekonominya di bawah atau kurang mampu, namun diyakininya selagi manusia itu hidup pasti ada rezekinya.

“Soal biaya kita tidak pernah meminta sepeserpun kepada keluarga penderita ODGJ, biaya yang nanggung semuanya Yayasan dan keluarga pasien dibebaskan, Insya Allah program ini akan terus berlanjut selagi kita dan tim sehat,” tandasnya.

(jay)