Diawali Suara Letupan Keras, Tiga Rumah di Kutawaringin Hangus

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com -Dua rumah semi permanen dan satu rumah permanen di Kampung Geugeur RT 2/5, Desa Kutawaringin, Kecamatan Mande, ludes dilalap di jago merah, sekitar pukul 02:00 WIB dini hari, Sabtu (23/3) lalu. Akibat kebakaran tersebut, kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran tersebut diduga diakibatkan arus pendek di salah satu rumah yang terbakar. Sedangkan rumah yang terbakar adalah milik milik Ade (39) dan Dadah (40) serta satu rumah permanen milik Kohar (40).

Ade menuturkan, saat kebakaran terjadi, semua warga tengah tertidur lelap. Akan tetapi ia terbangun lantaran mendengar ada suara letupan yang cukup keras. Ia pun tak menduga bahwa suara letupan tersebut kemudian memicu kebakaran.

“Enggak tahu dari mana (asal suara letupan, red). Tapi yang jelas saya langsung bangun dan mencari asalnya,” jelasnya.

Akan tetapi, sambungnya, ia sempat melihat ada percikan api yang membarengi suara letupan tersebut.

Ade menambahkan, beberapa saat setelah suara letupan tersebut, ia mencium asap dan bau gosong. Tapi ia tetap tak mengetahui darimana asal asap tersebut.

“Ternyata api sudah besar. Ya langsung kami semua keluar rumah,” lanjutnya.

Hal senada juga dituturkan Kohar (40). Saat itu, ia langsung keluar dan mencari bau asap yang ternyata berasal dari rumah Dadah (48).

“Pas saya keluar ternyata api dari rumah Dadah sudah membesar,” ucapnya.

Mengetahui ada api yang membesar dan melahap rumah, ia pun langsung bereriak membangunkan warga untuk meminta pertolongan. Upaya pemadaman secara manual pun dilakukan warga dengan peralatan seadanya.

Sayang, rumah semi permanen yang didominisi kayu membuat api dengan cepat menjalar dan membesar. Sehingga, upaya pemadaman yang dilakukan warga pun menjadi sia-sia.

“Langsung minta tolong dan semua keluar membantu dengan alat seadanya. Tapi apinya sudah besar,” ujarnya.

Di sisi lain, Dadah mengaku tak ada warga yang mengetahui nomor telepon petugas pemadam kebakaran. Karena itu, pemadam kebakaran pun cukup lama sampai ke lokasi. Terlebih, jalan masuk ke lokasi terbilang cukup kecil dan sempit.

“Rumah keburu hangus dan warga gak ada yang punya nomor kontak pemadam kebakaran (Damkar). Apalagi lagi jalannya kecil, terlalu sempit masuk gang. Mungkin mobil damkar susah masuk,” tutur Dadah.

terpisah, salah satu anggota Satuan Polisi Pamungpraja Kecamatan Mande, Asep Suganda mengatakan, api diduga dipicu dari konsleting listrik dari salah satu rumah yang terbakar.

Akan tetapi, hal itu masih harus menunggu hasil pengecekan yang dilakukan petugas PLN untuk memastika apakah benar kebakaran tersebut disebabkan arus pendek atau bukan.

“Untungnya tidak ada korban jiwa. Hanya saja kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta. Karena ada rumah permanen serta harta benda lainnya ikut terbakar,” tutupnya.

(mat)