Setelah Ditinggal Tiga Putranya, Vera Harus Dibawa ke RS

Foto:Fadilah Munajat/Radar Cianjur PEDULI: Babinsa Haurwangi Koptu Haryadi Membawa Vera ke RDUD

RADARCIANJUR-Duka menyelimuti hati Vera (42) yang baru saja kehilangan ketiga putranya, diduga akibat gizi buruk dan TBC. Terakhir, ia juga kehilangan putra sulungnya, Fajar Saefudin (10) yang menderita gizi buruk dan suspect TBC.

Kepergian satu-satunya putra tersisa itu jelas membuat hatinya sangat terpukul. Hal itu terlihat setiap kali Vera melihat segala sesuatu yang berkaitan dengan Fajar, seperti bajunya, yang membuatnya selalu menangis.

Selain masih menahan sedih harus merelakan kepergian Fajar, kondisi Vera juga kini semakin melemah. Apalagi, ia juga diduga merupakan suspect TBC seperti Fajar.

Babinsa Haurwangi, Kopral Satu Haryadi menginformasikan, kondisi Vera makin memburuk sepeninggal Fajar yang meninggal usai dirawat di RSUD Cianjur.

Melihat kondisinya yang lemah dan psikis yang sangat terpukul, pihak keluarga sempat mengunsikannya ke rumah kerabatnya yang lain.

Akan tetapi, usaha itu sepertinya tak membuatkan hasil. Kondisi Vera makin memburuk hingga akhirnya diputuskan untuk dibawa ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan perawatan medis.

“Atas persetujuan warga dan keluarga, kami membawa ibu almarhum Fajar ke rumah sakit biar mendapatkan pengobatan karena kondisinya terus melemah,” ungkap Hariyadi kepada Radar Cianjur.

Lebih lanjut, pria yang mendampingi dan mengurus almarhum Fajar mulai dari mengantarkan ke rumah sakit serta pemulangan jenasah sampai dikebumikan itu mengaku tak tahu persis kondisi Vera saat ini.

“Kami masih menunggu hasil dari medis,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Neglasari, Iman Sulaeman mengatakan, pihaknya sudah berupayak banyak membantu keluarga miskin yang tak mampu berobat itu.

Meski begitu, ia memberi catatan penting kepada para RT di wilayahnya untuk lebih aktif melaporkan ke pihak desa agar segera diketahui dan dilakukan pertolongan.

“Saya harap para RT aktif lagi berkeliling, memantau kondisi warga yang memerlukan bantuan,” kata Iman.

Sebelumnya, setelah kisah pilu Fajar Saefudin dan keluarganya terkuak, bocah 10 tahun itu langsung dibawa ke RSUD Cianjur untuk dirawat.

Dalam dua hari perawatan di RSUD Cianjur itu, kondisi kesehatan bocah yang tubuhnya sudah kurus kering tersebut makin memburuk. Beberapa jam sebelum meninggal dunia, Fajar sempat lebih dulu mengalami kritis.

Sayangnya, berbagai upaya medis yang dilakukan terhadap bocah malang yang keluarganya terhimpit kemiskinan itu, tak dapat menolong nyawanya. Hasil rontgen memperlihatkan ada kerusakan pada bagian paru-paru Fajar yang sudah sangat parah.

(dil)