319 PTPS Kecamatan Cipanas Ikuti Bimtek

SEBANYAK 319 Pengawas Tempat Pengumutan Suara (TPS) di tujuh desa Kecamatan Cipanas diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) oleh Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Cipanas

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 319 Pengawas Tempat Pengumutan Suara (TPS) di tujuh desa Kecamatan Cipanas diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) oleh Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Cipanas, Senin (25/3) kemarin.

Ketua Panwaslu Kecamatan Cipanas, Muhamad Azis mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tugas wewenang dan kewajiban Panitia Pemungutan Suara (PPS) tersendiri ketika yang bersangkutan menjadi pengawas TPS.

“Hal ini pula menjadi poin-poin yang harus menjadi acuan ketika mengetahui tugas dan kewajiban sebagai seorang pengawas TPS,” jelasnya saat diwawancarai usai melantik Pengawas TPS.

Ia menyebut, sebanyak 319 Pengawas TPS yang tersebar di tujuh desa di Kecamatan Cipanas. Semuanya dibekali dengan alat kerja pengawas TPS yang nantinya akan melaporkan setelah selesai tugas di TPS.

“Kami juga memberikan gambaran besar bahwa setiap kegiatan mulai dari hari ini dilantik sampai dengan 30 hari kedepan itu menjadi pengawas TPS yang netral dan berkualitas,” kata Azis.

Ia menjelaskan, cara kerja atau waktu kerja pengawas TPS itu dibagi lima tahapan. Yang pertama persiapan kotak suara, yang kedua persiapan pemungutan suara, yang ketiga pelaksanaan pemungutan suara, yang keempat persiapan penghitungan suara, dan kelima pelaksanaan penghitungan suara dan pergerakan hasil suara dari TPS ke PPS.

“Itu poin penting yang harus dikuasai terkait dengan alat kerja yang harus diisi oleh pengawas TPS. Pada intinya pengawas itu adalah ujung tombak atau garda terdepan pengawasan Pemilu selama 30 hari kedepan,” jelasnya.

Ia mengatakan, alur laporan yang mesti dilakukan oleh pengawas TPS untuk memberikan laporan berjenjang sebelum masuk ke pengawas kecamatan melalui pengawas desa, kemudian ke tingkat kecamatan, lalu masuk ke Bawaslu Kabupaten, provinsi, hingga Bawaslu pusat.

“Kami berharap dari Bimtek ini bahwa anggota baru atau keluarga baru Bawaslu yaitu pengawas TPS mempunyai bekal yang cukup untuk menjadi seorang pengawas di mana saja. Serta dituntut integritasnya sebagai pengawas yang netralitas dan aktif dalam melakukan pengawasan,” tutupnya.

(dan)