Disdikbud Jabar Pantau UNBK Cianjur

GANGGU KONSENTRASI: Sedikitnya 35 siswa SMKN 1 Sindangbarang mengalami kendala akibat pemadaman listrik dan gangguan internet. Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Guna memastikan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK berjalan lancar, cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat melakukan monitoring pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ke sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, Rabu (27/3).

Hingga hari ketiga hasil monitoring pelaksanaan, secara umum tidak terkendala secara teknis dan nonteknis.

“Hasil pemantauan dari hari pertama hingga hari ketiga, secara teknis dan nonteknis tidak ada kendala apapun. Bagi sekolah yang berada di selatan, mereka mengantisipasi pasokan listrik dengan menyiapkan genset. Jadi, tidak ada masalah,” kata Kepala Seksi Pelayanan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Jajat Sudrajat, di sela monitoring UNBK di SMKN 1 Cipanas, Rabu (27/3).

Di Kantor Cabang Dinas Wilayah VI yang meliputi Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat, jumlah SMK yang mengikuti UNBK tahun ini sebanyak 456 sekolah negeri dan swasta. Di Kabupaten Cianjur, jumlah SMK yang melaksanakan UNBK lebih kurang 250 sekolah negeri dan swasta.

“Di Kabupaten Cianjur 100 persn ikut UNBK. Untuk SMKN sebanyak 28 sekolah. Sisanya swasta. Kalau untuk jumlah peserta, di Kabupaten Cianjur sekitar 32 ribu siswa,” terang dia.

Jajat mengatakan mekanisme pelaksanaan UNBK baik di SMK negeri maupun swasta, dilakukan dalam tiga sesi per hari, dan hampir semua sekolah bekerja sama dengan PLN untuk menjaga stabilitas pasokan listrik.

“Pelaksanaannya bukan dua sesi, tapi tiga sesi. Semua sama, swasta dan negeri,” tandasnya.

Kepala SMKN 1 Cipanas, Bambang R Mulyono, mengatakan jumlah peserta UNBK di sekolahnya sebanyak 501 siswa. Namun, karena keterbatasan jumlah komputer yang hanya 200 unit, pelaksanaan UNBK dibagi menjadi tiga sesi.

“Tapi tak mengurangi kelancaran pelaksanaan UNBK,” katanya

Bambang tak memungkiri ada beberapa kendala dalam pelaksanaan UNBK. Namun kendala-kendala tersebut tak terlalu krusial karena bisa segera atasi sehingga tak mengganggu kelancaran UNBK.

“Sejauh ini alhamdulillah lancar. Ada sih beberapa kendala, seperti kekurangan token maupun jadwal saat sesi ketiga yang terlalu panjang hampir 1,5 jam. Untuk pelaksanaan UNBK, kami kerja sama dengan PLN, Telkom, maupun pihak kepolisian,” ujarnya.

Hari ketiga pelaksanaan, mata pelajaran yang diujiankan Bahasa Inggris. Pada hari pertama Bahasa Indonesia dan hari kedua Matematika.

“Untuk hari terakhir besok mata pelajaran yang diujiankan kompetensi kejuruan,” pungkasnya.

(dil)