Pendidikan Digital, Pesantren Digital

RADARCIANJUR.com-Sudah ratusan titik saya datangi, keluar masuk kampung. Mendengar banyak keluhan warga, dari berbagi bidang. Ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Tiga itu adalah yang paling hakiki dirasakan masyarakat sesungguhnya.

Saya kenal dan tahu Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor merupakan dua wilayah yang sama-sama memiliki potensi dan persoalan yang cukup komplek. Sejumlah bidang menjadi fokus saya untuk turun tangan, mendengar, dan mencoba mencari solusinya.

Dari sekian masalah itu, pendidikan merupakan satu yang sangat penting dan kerap saya dengar persoalannya. Bukan hanya di Kota Bogor tapi juga di Kabupaten Cianjur.

Saya kenal dan tahu Kabupaten Cianjur, memiliki potensi pendidikan yang sangat luar biasa, dan itu sesungguhnya adalah kekuatannya. Kita tahu, DIY Yogyakarta kerap dikenal sebagai Kota Pendidikan. Tapi, Cianjur juga masyhur dengan dengan sebutan Kota Santri.

Sama-sama wilayah dengan kekuatan pendidikan yang mumpuni, gudang ilmu dengan para ulamanya. Jadi, tak heran jika di Cianjur banyak Pondok Pesantren, pusat orang dari berbagai daerah menuntut ilmu.

Ini jugalah yang menjadi concenr saya di bidang pendidikan. Pondok pesantren harus jadi tiang utama pendidikan, di Kabupaten Cianjur tapi tetap mengikuti perkembangan zaman.

Jika saya mengutif semangat besar dan slogan Kabupaten Cianjur “Maju dan Agamis”. Itu sangat realistis dan saya akan ikut mendorong jargon itu terwujud dengan baik.

Pesantren harus jadi pusat segalanya. Bukan hanya untuk mengaji, tapi menjadi tujuan aktivitas warga.

Sehingga pendidikan berbasis pesantren harus dikembangkan dan pemerintah harus berpihak dan berada di sana.

Saya bercita-cita pesantren juga menjadi pusat teknologi. Santri bukan hanya bisa membaca kitab dan mengajar ngaji, tapi juga ahli dan mengerti mengoperasikan teknologi IT. Apalagi sekarang memasuki revolusi industri 4.0.

Saya selalu ingin teknologi masuk di dunia pendidikan dan pesantren secara baik. Bukan semata-mata gagah-gagahan tapi, karena saya adalah praktisi dan pelaku teknologi informatika. Jadi, hari ini dan seterusnya, kita tidak bisa lepas dari teknologi.

Untuk itulah saya maju dalam kontestasi ini. Saya ada karena pesantren dan ingin pesantren lebih digital, pendidikan juga.

(*)