Hitung-hitungan Lembaga Survei, Perang Partai Menengah

Perang Partai Menengah

RADARCIANJUR.com – Pencoblosan tak lama lagi. Nasib partai politik ditentukan. Pemilu tahun ini memang maha berat, karena syarat 4 persen parlemen treshold. Sejumlah lembaga survei sudah memprediksi, tahun ini bakal jadi kuburan massal partai politik.

Teranyar. Kemarin, Lembaga survei Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) memperkirakan sembilan partai politik tidak memenuhi ambang batas parleman sebesar 4 persen. Hasilnya tdak jauh berebda dengan surveo-survei sebelumnya, ‘perang’ itu terjadi di Partai menengah.

Hasil survei CSIS periode 15 – 22 Maret 2019 terkait elektabilitas partai peserta pemilihan umum (Pemilu) 2019.

“Sebanyak 9 persen partai masih tidak lolos. Ini yang perlu menjadi perhatian, ya, bagi partai-partai tersebut,” ucap peneliti CSIS Arya Fernandes saat memaparkan hasil survei di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Kamis (28/3).

Temuan CSIS, elektabilitas PPP sebesar 3 persen, PAN 2,5 persen, Perindo 1,1 persen, Hanura 0,8 persen, PSI 0,5 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,2 persen, Partai Garuda 0,1 persen, dan Partai Berkarya 0,1 persen.

Sembilan partai itu memiliki elektabilitas dibawah ambang batas parlemen. Hanya saja, kata Arya, PPP dan PAN masih memiliki kemungkinan lolos parlemen. Sebab, survei memiliki margin of error sekitar 2,2 persen.

Sementara itu, CSIS memprediksi tujuh partai bakal melenggang ke parlemen. Sebab, tujuh partai itu memiliki tingkat elektabilitas di atas 4 persen.

“Temuan kami, tujuh partai yang lolos. Paling tinggi elektabilitasnya itu PDIP,” ungkap dia.

Dari temuan CSIS, elektabilitas PDIP 25,9 persen, Partai Gerindra 13,3 persen, Partai Golkar 9,4 persen, PKB 7 persen, Demokrat 5,5 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai Nasdem 4,3 persen.

Survei CSIS itu dilakukan periode 15-22 Maret 2019 dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Survei melibatkan sebanyak 1960 responden dari 34 provinsi dengan margin of error sebesar 2,21 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Terpisah, Survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research juga menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan mencapai 24,3 persen.

Partai Gerindra menyusul pada posisi berikutnya sebesar 14,9 persen. Partai lain berturut-turut di bawahnya, adalah Golkar (11,2 persen), PKB (7,7 persen), dan Demokrat (5,1 persen).

Dari survei yang dilakukan indEX sejak Desember 2018, kelompok lima besar meraih elektabilitas tertinggi. PDI Perjuangan berada pada kisaran 22-26 persen, Gerindra 12-15 persen, dan Golkar 9-12 persen.

PKB cenderung stabil pada kisaran 7 persen, sedangkan Demokrat fluktuatif pada kisaran 4-5 persen. “Lima besar parpol mendominasi elektabilitas, ditambah dua parpol yang diprediksi lolos ambang batas yaitu Nasdem (4,6 persen) dan PSI (4,3 persen),” kata Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni, Kamis (28/3/2019).

Lantas bagaimana dengan PPP? Partai berlambang kakbah itu stabil pada kisaran sempit 3,1 hingga survei terakhir 3,4 persen. “Situasinya diperparah dengan penangkapan ketua umum PPP Romahurmuzy oleh KPK,” tambah Vivin.

Sementara, kelompok parpol papan tengah, lainny seperti Nasdem memimpin dengan elektabilitas pada kisaran 3,3 hingga 4,6 persen. (3,8 persen) dan PAN (3,7 persen).

Partai Perindo cenderung fluktuatif dengan elektabilitas terakhir 1,9 persen. Sementara itu Hanura yang stagnan pada kisaran 1,0 hingga 1,5 persen persen terancam tidak mampu mempertahankan kursi wakilnya di Senayan.

Sisanya adalah kelompok parpol papan bawah yang peluangnya tipis mampu melewati ambang batas. Mereka adalah PBB (0,8 persen), Berkarya (0,5 persen), PKPI (0,4 persen), dan Garuda (0,2 persen).

“PBB dan PKPI adalah parpol lama yang tidak lagi memiliki kursi sejak 2009, sedangkan Berkarya dan Garuda peserta baru pada Pemilu 2019,” pungkas Vivin.

Survei indEX Research dilakukan pada rentang waktu 11-20 Maret 2019, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelumnya, hasil survei Charta Politika 5 Parpol Lama terancam Gagal Tembus 4 Persen. Hasil survei yang dirilis pada Senin (25/3) di Jakarta itu menemukan setidaknya ada lima partai politik lama yang perolehan suaranya tidak mencapai parliamentary threshold empat persen.

Yakni PPP 3,6 persen; PAN 3,2 persen; Partai Hanura 0,8 persen; PBB 0,4 persen, dan PKPI 0,3 persen. Sedang partai baru yang kemungkinan tidak bisa mengirim kadernya duduk sebagai anggota DPR RI karena tidak tembus 4 persen yakni PSI 1,4 persen; Perindo 1,3 persen; Partai Berkarya 0,4 persen; dan Partai Garuda 0,2 persen.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menuturkan bahwa partai besutan Megawati Soekarnoputri itu meraih 24,8 persen suara. Posisi kedua bertengger Partai Gerindra yang meraih 15,7 persen. “Diikuti kemudian oleh Partai Golkar, PKB, Partai Demokrat, Partai Nasdem dan PKS,” kata Yunarto dalam paparan hasil survei bertajuk “Prediksi Hasil Akhir dan Konstelasi Isu Jelang Pemilihan Umum Serentak 2019”.

Berdasar survei, Parta Golkar meraih 9,8 persen, PKB 7,2 persen. Partai Demokrat 5,1 persen. Partai Nasdem 4,9 perzen. PKS 4,1 persen. Sedangkan yang tidak tahu atau tak menjawab 17,1 persen. Hanya saja, Yunarto menegaskan bahwa pihaknya tidak berani mengklaim partai-partai ini tidak lolos PT.

Sebab, kata dia, masih ada 17 persen undecided voters yang bisa saja terdistribusi norma ke semua partai. Belum lagi margin of error yang sebesar 2,19 persen. “PPP dan PAN bisa saja mendapat empat persen.

“Jadi, saya tidak berani menyimpulkan tujuh yg lolos. Itu salah secara statistik. Harus dihitung margin of error dan 17,1 persen (undecided voters) tidak hilang tetapi akan tersistribusi ke masing-masing partai,” katanya.

Karena itu, Yunarto mengatakan, jika mau membuat spekulasi sedikit, yang kemungkinan lolos bisa delapan hingga sembilan partai. “Perhitungan saya yang akan lolos 8-9 (partai) kalau mau membuat sedikit spekulasi,” ungkapnya.

Sebelumnya lagi, Lembaga Survei Polmark Indonesia memprediksi ada 9 partai politik yang akan lolos ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) dalam Pemilu 2019. Hasil survei Polmark di 73 Daerah Pemilihan (Dapil).

CEO Polmark Indonesia Eep Saefullah Fatah menerangkan, survei ini bisa disebut paling komprehensif dengan responden sebanyak 32 ribu orang dengan rentang waktu Oktober 2018 sampai Februari 2019.

Dia juga menjelaskan survei yang dilakukan Polmark Indonesia kini dilakukan di 73 Dapil seluruh Indonesia pada Oktober 2018 hingga Februari 2019.

“Sebaran 73 Dapil yang menjadi objek survei kami ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Maluku, dan Papua,” kata Eep dalam hasil survei di Forum Pikiran Akal dan Nalar di Hotel Grand Arkenso, Semarang.

Eep menambahkan, di antara Partai Islam dan berbasis massa Islam, Elektabilitas PAN berada diatas raihan PKS, PPP maupun PBB. “Menurut survei Polmark, PAN justru punya capaian signifikan untuk lolos Parliamentary Threshold (PT) dengan elektabilitas sebesar 5,9 persen,” ucap Eep.

Berdasarkan survei tersebut, sembilan partai yang dinyatakan lolos parlemen adalah PDI Perjuangan (28,6 persen), Gerindra (14,1 persen), Golkar (13,5 persen), PKB (11,5 persen), dan Demokrat (6,9 persen).

Kemudian, PAN (5,9 persen), NasDem (5,6 persen), PKS (4,6 persen), dan terakhir adalah PPP (4,5 persen).
Survei CSIS

PDIP : 25,9 %
Gerindra : 13,3%
Golkar : 9,4 %
PKB : 7 %
Demokrat : 5,5 %
PKS : 4,6 %
Nasdem : 4,3%
PPP : 3 %
PAN : 2,5%
Perindo : 1,1%
Hanura : 0,8 %
PSI: 0,5 %
PBB : 0,4%
PKPI: 0,2 %
Garuda: 0,1 %
Berkarya : 0,1%

PPP-PAN berpeluang lolos.
Margin of error : 2,2%

Periode 15-22 Maret 2019
Metode: Multistage Random Sampling.
Responden : 1960 dari 34 provinsi
Margin of error : 2,21 %
Tingkat kepercayaan 95 %

(jpnn)