TPT Ambrol, Rumah Warga Terancam

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR MELINTAS: Sejumlah siswa sekolah sedang melintas di akses jalan yang terkena ambruknya tembok.

RADARCIANJUR.com-Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Pasir Cina RT04/04, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, ambruk pada Rabu (27/3) sekitar pukul 12.30 WIB kemarin. Ambruknya TPT tersebut diduga akibat debit air tinggi dari hulu sungai Pasircina Atas.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun akses jalan serta satu bangunan kamar mandi milik warga yang berada di bawahnya rusak akibat ambrolnya TPT tersebut.

Deon (35), warga Kampung Pasir Cina Impres RT 04/04 menuturkan, tembok milik bibinya tersebut ambruk pada Rabu (27/3) setelah selesai dibangun sekitar Sabtu (23/3), atau empat hari yang lalu.

Menurutnya, air yang cukup tinggi dari sungai di atas, mengakibatkan tembok penahan tanah yang baru dibangun itu tidak bisa menahan lagi dan roboh menimpa satu kamar mandi di bawahnya.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka. Karena pada saat kejadian tidak ada yang melintas akses jalan maupun sedang melakukan aktivitas di kamar mandi bangunan itu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, tembok yang menghabiskan dana sekitar Rp20 juta tersebut sudah sesuai dengan standar bangunan. Bahkan menurutnya, tembok rumah bibinya tersebut dibangun dengan bahan baku yang lebih dari biasanya.

“Untuk tembok sekitar 10 meter dan tinggi 2,5 meter itu bisa menghabiskan Rp20 juta. Jadi ini sudah cukup kuat. Mungkin karena tanah yang di bawahnya tidak kuat menahan air jadi ambrol,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kejadian tersebut diketahuinya bermula ketika ia dan keluarga berada di rumah. Saat itu terdengar suara seperti dentuman dan getaran yang cukup terasa.

“Kok tiba-tiba ada semacam lini (gempa kecil, red), terus kemudian saya dan keluarga langsung melihat ke lokasi ternyata tembok yang waktu itu dibangun sudah ambrol,” ungkapnya.

Ia berharap ada semacam bantuan, baik dari pemerintah desa ataupun yang lainnya. Setelah kejadian pun belum ada yang datang dari pemerintahan.

“Paling tadi (Rabu pagi, red) ada dari Bhabinkamtibmas Desa Cipendawa saja,” ucapnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Cipendawa, Aipda Ade Subagja menambahkan, pihaknya melakukan imbauan kepada para warga sekitar untuk bahu membahu kerja bakti memperbaiki akses jalan tersebut.

Pasalnya, itu cukup membantu bagi para pejalan kaki ataupun siswa yang sering melintas ke daerah itu.

“Kami mengimbau untuk senantiasa waspada jika terjadi longsor susulan, dan ketika terjadi hujan lebat kembali,” pungkasnya.

(dan)