ODGJ Butuh Perhatian

RADARCIANJUR.com-Puluhan relawan penangangan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Cianjur berencana berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi ke Kementerian Kesehatan RI. Tujuannya, agar ODGJ lebih diperhatikan dan tak dianggap sepela.

Selain itu, aksi tersebut juga bertujuan untuk memperjuangkan biaya penanganan ODGJ di Cianjur dan permudah pendataan KK serta KTP ODHJ.

Ketua Yayasan Keswa Ranum (YKR) Kabupaten Cianjur, Ai Rusmiati memaparkan, aksi tersebut juga meminta untuk mempermudah penanganan ODGJ di Cianjur, utamanya dengan menggunakan BPJS Kesehatan dengan sistem rujukan.

Pasalnya, dengan sistem tersebut, pasien bisa langsung mendapat perawatan medis dengan hanya berbekal rujukan dari puskesmas setempat dan langsung ke Rumah Sakit dr H Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor.

“Ini sistemnya sudah online. Ini yang ingin kita dorong bisa juga dilakukan di Cianjur. Rekan kami di Sukabumi sudah bisa, tapi Cianjur belum,” tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, pasien ODGJ yang ditangani pihaknya berjumlah 28 pasien. Sementara untuk biaya penanganan, selama ini pihaknya mengandalkan donatur tidak tetap.

“Kalau dari Pemkab Cianjur sampai saat ini belum ada (bantuan, red) sama sekali,” bebernya.

Ia menegaskan, ODGJ itu tidak boleh dianggap sepele. Sebab, halusinasi yang dialami pasien ODGJ diibaratkan seperti bom waktu.

Bisa saja, ODHJ melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya sendiri atau orang lain. Semisal membakar rumah sendiri, rumah orang lain, bahkan bisa membunuh saudaranya atau orangtuanya.

“Untuk itu, kami terus dan terus mengupayayakan penanganan yang lebih efisien dengan cara jemput bola dan menjalin kerjasama dengan tim medis Rumah Sakit dr H Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor,” jelasnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, pihaknya sudah menangani lebih kurang sekitar 300 ODGJ dari berbagai wilayah di Cianjur.

“Dari jumlah sekiaan 90 persen sudah teratasi dan hampir 10 persen kambuh,” ujar Ai.

(mat)