Sambut Pembukaan Pendakian TNGGP

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR OPSIH: sebanyak 170 peserta melakukan operasi bersih-bersih TNGGP.

RADARCIANJUR.com-Kegiatan pendakian akan segera dibuka pada 1 April 2019 mendatang. Untuk menyambut dibukanya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tersebut, pihak balai besar bersama para relawan, volunteer, pecinta alam, dan sejumlah warga sekitar melakukan bersih-bersih sampah dan sekaligus mengecek kondisi jalur pendakian Cibodas dan Gunung Putri atau jalur resmi di sekitar TNGGP.

Kepala Bidang PTN wilayah I Cianjur Diah Qurani Kristina mengatakan, sebanyak 170 peserta dalam kegiatan bersih-bersih sampah ini digerakkan. Hal ini guna menciptakan ketertiban jelang pembukaan pendakian untuk umum yang akan dibuka 1 april 2019 nanti.

“Kita tingkatkan pelayanan dengan memperbaiki sistem pendaftaran online. Membina dan mengajak para pelaku usaha jasa pendakian untuk taat aturan, dan sosialisasi bagi pendaki cerdas,” kata Diah.

Selain itu, Diah menuturkan, sampah yang didapat nantinya akan dibawa turun dan ditimbang. Sehingga pihaknya bisa mengetahui seberapa banyak sampah yang selama ini masih tertinggal bekas para pendaki di TNGGP.

“Kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan selama dua hari. Yakni tanggal 29 dan 30 Maret 2019. Jadi kami belum bisa memastikan hasil sampah yang sedang dibersihkan itu,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya penyempurnaan dalam pelayanan yang akan terus dilakukan pihak balai, pengunjung ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, mudah-mudahan bisa lebih nyaman dan keamanan pengunjung bisa lebih terjamin.

“Operasi bersih gunung ini merupakan kegiatan rutin untuk menanggulangi masalah sampah dan hal lainnya yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pendaki. Namun sebetulnya akar permasalahan itu adalah rendahnya tingkat kesadaran para pendaki itu sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut Diah mengatakan, kegiatan operasi bersih gunung ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi para pihak terhadap kelestarian TNGGP.

“Jadi bagaimana seharusnya pengelolaan pendakian yang terbebas dari sampah ini merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Balai Besar TNGGP juga sudah mengupayakan berbagai cara dalam menanggulangi masalah sampah melalui 4R. Yakni Reduce, Rescue, Reuse, dan Recycle.
Kegiatan yang terkelompokan pada ‘Reduce’ antara lain melalui penyuluhan, himbauan, peringatan, pembinaan, pemeriksaan, serta pembatasan bawaan pendaki.

“Jadi untuk sampah yang sudah terlanjur ada dalam kawasan konservasi dilakukan ‘rescue’, melalui operasi bersih gunung yang rutin dilakukan sejak puluhan tahun silam, hingga sekarang ini,” tutupnya.

(dan)