Sadis! Perampok di Cianjur Pukuli, Hingga Sabet Parang Nenek 77 Tahun Ini

TERBARING: Nenek Uwen (77) terbaring di Rumah Sakit.

RADARCIANJUR.com-Pencurian disertai kekerasan terjadi di Kampung Haurwangi RT 1/5, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Minggu (31/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Kali ini menimpa Uwen Juariah (77).

Menurut keterangan salah seorang warga setempat, Iwan Kurniawan (51), kejadian nahas yang menimpa nenek Uwen itu sama sekali tak diketahui warga.

Hanya saya, warga baru mengetahui setelah merasa curiga dengan pintu rumah nenek Uwen yang terbuka saat menjelang Subuh. Saat itu, warga pun memberanikan diri untuk melihat ke dalam rumah.

“Enggak ada yang tahu (perampokannya, red) jam berapa pastinya. Malam juga tetangga enggak ada yang dengar suara yang mencurigakan,” bebernya ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cianjur.

 

BACAJUGA:Mengerikan!! Begini Detik-detik Nenek 77 Tahun Di Cianjur Disabet Parang

Saat hendak masuk ke dalam rumah, warga juga memanggil-manggil nenek Uwen selama beberapa waktu akan tetapi nenek Uwen sama sekali tak menyahut.

“Pas masuk ke dalam ternyata nenek Uwen sudah terkapar, kayak pingsan enggak sadar,” lanjutnya.

Iwan menambahkan, selama ini nenek Uwen tinggal sendirian tanpa ditemani sanak saudaranya dan keluarganya yang lain. Hal itu pula yang diduga membuat warga sama sekali tak mendengar suara mencurigakan.

Yang cukup sadis adalah, lanjut Iwan, pelaku juga mengikat nenek Uwen. Diduga, pelaku juga memukulinya berkali-kali.

“Waktu ditemukan masih terikat. Lukanya di kepala, wajah lebam, terus tangan kanan sepertinya disabet parang oleh pelaku,” ungkapnya.

Mendapati kondisi korban yang kritis, warga bersama Babinsa setempat langsung melarikan nenek Uwen ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan perawatan.

“Sudah langsung dilaporkan ke polisi juga,” katanya.

Babinsa Haurwangi, Koptu Haryadi menambahkan, pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi sekitar pukul 03.00. Namun baru diketahui oleh warga sekitar pukul 06.00 WIB.

Saat ditemukan oleh warga korban sudah dalam kondisi tangan dan kaki masih terikat tali, sementara wajah korban sudah babak belur.

“Kalau melihat kondisi seperti itu, kayaknya korban dipukul dengan menggunakan benda tumpul dan pelakuknya lebih dari satu orang,” kata Haryadi.

Menurutnya, diduga para pelaku mengetahui bahwa satu hari sebelum kejadian nenek Uwen telah menjual padi kepada tengngkulak. Sehingga pada malam itu, mereka menyatroni rumah nenek Uwen untuk menggasak uang hasil penjualan padi tersebut.

Haryadi mengatakan, menurut pengakuan nenek Uwen, sebelum melakukan pemukulan terhadap korban, pelaku sempat memita paksa agar korban menyerahkan uang hasil penjualan padinya. Namun korban tak dapat memenuhi permintaan tersangka, karena padi yang dijualnya belum dibayar oleh tengkulak.

“Diduga pelaku mengenali korban, sehingga ia dapat mengetahui sebelumnya korban telah menjual padi,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Bojongpicung, AKP Muhammad Nur membenarkan peristiwa yang menimpa korban. Usai menerima laporan, pihaknya pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil oleh TKP, sampai sejauh ini, pihaknya sama sekali tak menemukan ada barang-barang berharga milik korban yang hilang.

“Kerugian belum bisa dipastikan karena kami belum menemukan ada barang berharga milik korban yang hilang diambil pelaku,” jelasnya.

Pihaknya menduga, pelaku mengira bahwa nenek Uwen telah mendapatkan uang hasil penjualan panen padi.

“Sepertinya pelaku menduga bahwa korban sudah menjual padi, tapi ternyata belum,” sambungnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Budi Nuryanto menyatakan, selain melakukan olah TKP, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi serta tetangga korban.

Dari hasil penyelidikan sementara itu, diduga pelaku berjumlah dua orang. Para pelaku menyatroni rumah korban dengan cara mencongkel jendela.

“Saksi kuncinya ada pada korban. Tapi kan korban saat ini masih dirawat jadi belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut,” katanya.

Hanya saja, sambungnya, korban saat itu tengah tidur di kamarnya saat didatangi oleh pelaku yang langsung membekapnya dan mengikat kedua tangannya.

Tak hanya itu, pelaku juga memukuli korban dengan mendaratkan sejumlah bogem mentah pada bagian wajah yang membuatnya mengalami memar dan lebam.

Saat itu, sambung Budi, pihaknya masih terus menggali informasi terkait kejadian tersebut.

“Masih dalam tahapan penyelidikan dan kami terus berupaya sedang mengejar dua pelaku,” tutupnya.

(dil/mat)