Suara Azan yang Menggetarkan

Eka Sastra

RADARCIANJUR.com – Setiap azan memanggil, semua orang segera menegakkan salat. Selama ini, kegiatan-kegiatan Baraya Eka Sastra selalu diadakan di dekat masjid. Maknanya apa? Agar semua Baraya bisa segera ke masjid ketika azan.

Bagi kami, semangat keagamaan adalah spirit yang memayungi kegiatan apa pun. Kami sadar bahwa kami hanya melalukan ikhtiar. Semuanya kelak akan dicatat dan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Demi memperkuat fundasi spiritual, Baraya Eka Sastra selalu menggelar banyak kegiatan. Yang rutin dilakukan adalah santunan kepada anak yatim, pengajian, serta silaturahmi di rumah ibadah.

Selain itu, pernah pula Baraya mengadakan lomba marawis, kesenian yang sarat dengan pesan religi.

Di bulan Ramadan, kami melakukan buka puasa bersama serta kunjungan ke rumah-rumah ibadah.
Kota Bogor dan Cianjur adalah rumah bagi orang religius. Di sini ada banyak masjid bersejarah serta komunitas pesantren sebagai rumah yang mendidik anak-anak kita.

Saya selalu menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan ulama kita untuk berguru dan minta petunjuk.

Kegiatan di Baraya Eka Sastra pun selaras dengan pandangan religius ini.

Selama ini, kami membangun fundasi spiritual yang kuat melalui program yang kami bangun.
Mulai dari Rumah Sehat yang menyediakan pengobatan gratis, Rumah Usaha yang menyediakan pendampingan bagi kegiatan bisnis, Rumah Hukum yang memberikan pendampingan hukum, hingga Rumah Aspirasi yang menampung semua masukan masyarakat.

Semua kegiatan itu diikat oleh satu semboyan bersama yakni “Mari Berbuat Baik.” Kami ingin memperkuat nilai religus dengan cara membangun silaurahmi dan menyebar kebaikan di dunia.

Terakhir, saya ingin berbagi cerita tentang suara azan yang paling menggetarkan hati saya. Bukan azan dari berbagai masjid yang megah. Bukan pula dari pengeras suara yang nyaring.

Hati saya pernah tergetar hebat saat mendengar azan yang dikumandangkan seorang anak kecil dari satu rumah kumuh di bantaran kali sekitar Bogor.
Saya merasakan sejuta embun memenuhi dada saya.

Sebagai politisi, suara azan itu mengingatkan saya bahwa semua kegiatan politik harus diniatkan untuk kemanusiaan, serta untuk berbakti kepada-Nya.
Salam Baraya.

(**)