Tingkatkan Kerjasama, Bank Indonesia Gandeng Pemkab Cianjur

Bank Indonesia Gandeng Pemkab Cianjur

RADARCIANJUR.com – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Institut Pertanian (IPB) Bogor, helat penandatanganan nota kesepahaman. Acara yang digelar di Pendopo Pemkab Cianjur itu berlangsung khidmat, Senin (01/03) kemarin.

Tujuan utama nota kesepahaman, dalam rangka meningkatkan daya saing daerah dan pengendalian inflasi di Kabupaten Cianjur. Nampak pejabat dari ketiga belah pihak, diantaranya Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, Sekretaris Daerah Cianjur, Aban Subandi, Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Pribadi Santoso, beserta sejumlah Tim Tekhnis IPB Bogor. Nota kesepahaman berisi tentang pengembangan agribisnis dan Local Economic Development (LED) antara IPB, BI dan Pemkab Cianjur.

“Diperlukan penangan serius selama beberapa bulan kedepan, untuk melaksanakan program dalam rangka pengendalian inflasi beberapa sektor agribisnis. Salah satunya klaster cabai. Kami komitmen mewujudkan program ‘Jabar Juara Lahir Bathin’. Implementasinya dengan meningkatkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Provinsi Jawa Barat,” tutur Direktur BI Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Pribadi Santoso, kepada Radar Cianjur.

Menurut Santoso, alasan kenapa pihak BI dan IPB memilih mengembangkan komoditas cabai, dikarenakan cabai merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Menurutnya, bobot cabai cukup tinggi dalam inflasi. Selain itu, lanjut dia cabai merupakan komoditas yang memiliki volatile food tergabung dalam sub kelompok bumbu bumbuan dengan volatilas tinggi.

“Pengembangan agribisnis di Kabupaten Cianjur ini, rencananya akan dilaksanakan melibatkan satu gabungan kelompok tani. Yakni, Gapoktan Mujagi Kabupaten Cianjur. Bentuk pengembangan berupa bantuan tekhnis dan sarapa prasarana yang dituangkan dalam tugas dan kewajiban masing masing pihak, sebagaimana yang tercantum dalam bota kesepahaman,” ujarnya.

Santoso menambahkan, kedepannya BI mentargetkan melalui momentum Memorandum of Undertstanding (M.o.U) ini, tidak hanya sektor agribisnis pertanian saja. Agribisnis peternakan, perikanan dan pengembangan ekonomi atau Local Economic Development bisa lebih meningkat. Lima tema diantaranya pengembangan industri kreatif, pengembangan pemberdayaan perempuan, pengembangan daerah tertinggal, pengembangan komoditi ekspor dan substitusi impor serta pengembangan nelayan.

(rzy/adv)