Tiga Warung di Sukajadi Ludes Dilalap si Jago Merah

HANGUS: Tiga kios milik Uus di Kampung Cijaler Cijeler RT 1/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah ludes terbakar Senin (1/4) pagi. Diduga, kebakaran tersebut dipicu lantaran lupa mematikan obat nyamuk bakar.

RADARCIANJUR.com-Sedikitnya tiga kios di Kampung Cijaler RT 1/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah ludes dilalap api, Senin (1/4) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Api yang cepat menjalar, membuat kios milik Uus (40) itu hanya menyisakan tiang dan puing-puing bangunan. Sedangkan seluruh isinya ikut terbakar.

Uus menuturkan, saat itu dirinya tengah duduk di luar warung miliknya dan sama sekali tak menyangka api sudah berkobar dari dalam warungnya.

Tiba-tiba saja, api sudah membesar dan menjulang tinggi yang diawali dengan kepulan asap hitam tebal.

“Apinya cepat menyebar. Semua langsung kebakar, warung dan semua isinya. Apalagi kan terbuat dari kayu,” ungkapnya.

Saat itu, dirinya langsung berteriak meminta pertolongan warga. Akan tetapi, api sudah lebih dulu membesar.

“Saya teriak minta tolong, api sudah besar,” katanya.

Beruntung, atas kejadian nahas yang menimpanya itu, tidak ada korban jiwa maupun luka. Akan tetapi, kerugian yang dideritanya mencapai belasan juta rupiah.

“Ditaksir kerugian sekitar Rp15 juta ada,” bebernya.

Sementara, Pardi (40), salah seorang warga setempat menyatakan, api berkobar dengan sangat cepat.

“Warga juga berusaha ikut memadamkan pakai ember, tapi apinya cepet gede,” tuturnya.

Kendati demikian, warga tak menyerah dan terus berupaya untuk memadamkan api dengan manual. Sayang, upaya warga itu sia-sia.

“Api keburu gede dan membakar semua bangunan dan isi perabot di dalamnya,” lanjutnya.

Diduga, api itu berasal dari sisa obat nyamuk bakar yang dipasang oleh pemilik kios. “Kata pemilik kios kebakaran itu dari obat nyamuk bakar,” lanjutnya.

Pardi menambahkan, api dengan cepat menyambar lantaran bangunan yang terbuat dari kayu. Apalagi, usia kios tersebut sudah cukup lama sehingga sejumlah kayu sudah cukup rapuh.

“Jadi api lebih cepat menyebar. Sudah enggak keburu. Semua ikut terbakar habis,” katanya.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Dody Permadi mempersilahkan warga agar membuat laporan langsung ke pemerintah desa setempat agar bisa diteruskan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Silahkan buat laporan, berapa kerugiannya dan hal lainnya, langsung saja ke desa biar bisa menjembatani,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau warga agar waspada dan berhati-hati saat hendak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

Ada baiknya lebih dulu mencabut semua sambungan listrik, kompor dan mematikan sisa obat nyamuk bakar yang masih menyala.

“Harus berhati-hati bila menggunakan obat nyamuk, jadi jangan sampai lupa dimatikan” pungkasnya.

(mat)