BNNK Obok-obok Lapas Cianjur, Ini yang Ditemukan

DIMUSNAHKAN: BNNK Cianjur-Lapas Kelas II B Cianjur melakukan kerjasama dalam memberantas Narkoba di lingkungan lapas.

RADARCIANJUR.com – Pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan dengan beragam sosialisasi dan penuntasan hingga ke akarnya. Namun peredaran narkoba bisa saja terjadi di lembaga pemasyarakatan (lapas). Seperti halnya yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur di Lapas II B Cianjur pada Selasa (2/4).

Pada kegiatan tersebut dilakukan apel bersama dengan warga binaan dan juga petugas lapas di lapangan serba guna Lapas Kelas II B Cianjur. Kerjasama dilakukan sebagai bentuk pencegahan pengendalian peredaran narkoba di lapas.

dari hasil razia tersebut di temukan berbagai barang bukti yang berhasil disita untuk dimusnahkan.

Barang bukti yang didapat terhitung dari bulan Oktober 2018-Maret 2019 diantaranya ponsel sebanyak 70, 34 senjata tajam (sajam), 38 charger, 26 headset dan 44 power bank.

Sementara untuk narkoba sendiri nihil ditemukan pada periode tersebut, tentu hal ini menjadi prestasi tersendiri bagi Lapas Kelas II B Cianjur dalam pencegahan narkoba di lingkungan lapas.

“Jadi pada hari ini alhamdulillah sama-sama kita menyaksikan penandatanganan MoU antara BNNK Cianjur dengan Lapas Kelas II B Cianjur dalam rangka penekanan peredaran gelap narkoba di lapas, jadi saya pun memberikan kepada warga binaan yang ada disini bahwa kehidupan di sini (lapas) bukan akhir segalanya tapi nanti kehidupan sebenarnya setelah bebas. Bagaimana memastikan mereka setelah bebas itu siap, yaitu meyakinkan kepada pengguna-pengguna narkoba untuk segera tobat dengan rehab,” ujar Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, Gumilar Budirahayu.

Lanjutnya, langkah yang dilakukan dalam kerjasama tersebut adalah melalui rehabilitasi bagi warga binaan yang ingin berubah menjadi lebih baik dan membawanya ke tempat rehabilitasi yang sudah disediakan beserta dokter yang akan menangani.

Selain itu, setiap periodik akan dilakukan tes urine dan jika terbukti warga binaan yang menggunakan narkoba maka akan dilaporkan ke BNNK Cianjur untuk proses rehabilitasi.

“Tindakan prefentif yang dilakukan oleh kita yakni imbauan-imbauan mengenai bahaya dari narkoba dan sering masuk ke setiap kamar-kamar ataupun mengumpulkan para warga binaan ke aula untuk diberikan pemahaman yang lebih mendalam,” paparnya.

Tak hanya imbauan, pendekatan emosional pun dilakukan agar adanya keterbukaan dari para warga binaan untuk mempermudah para warga binaan yang nantinya ingin direhab.

“Kita ingin lapas ini zero dari pengunaan narkoba, penggunaan hp ilegal dan zero dari hal-hal negatif dari kehidupan di lapas,” ungkapnya.

Sementara, Kepala BNNK Cianjur, AKBP Basuki menambahkan, kegiatan yang dilakukan merupakan gagasan dari BNN RI yang bekerjasama dengan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) yang ditindaklanjuti di tingkat provinsi dan kabupaten.

“Maksud dan tujuan penandatanganan MoU ini dalam rangka untuk bagaimana caranya di Lapas Cianjur ini tidak ada peredaran gelap narkoba serta bagaimana menyembuhkan para warga binaan narkoba ini yang nantinya memiliki kepercayaan diri selepas dari lapas memiliki indikasi untuk kegiatan lebih baik,” terangnya.

Pencegahan yang dilakukan oleh BNNK Cianjur ada dua, yakni dengan lapas yaitu sosialisasi dan kedua pengawasan dan pengeledahan yang kemungkinan ada narkoba atau alat-alat yang terindikasi untuk peredaran gelap narkoba.

Untuk bidang rehabilitasi, yaitu untuk berupaya warga binaan yang terindikasi narkoba bisa diobati. “Untuk warga binaan yang terindikasi narkoba bisa diobati dengan harapan ketika keluar dari lapas bisa sehat dan menjadi orang yang sehat serta seperti pada orang umumnya,” tegasnya.

Pemberantasannya sendiri, Lapas Kelas II B Cianjur bersama dengan BNNK Cianjur ingin memutus jaringan-jaringan yang masih ada antara warga binaan dengan pemakai-pemakai di luar.

Kerjasama ini dilakukan setiap dua tahun sekali dan tentu dengan tujuan agar peredaran narkoba bisa dicegah dan dihentikan khususnya di Lapas II B Cianjur.

(kim)