Tujuh Parpol Terancam tak Lolos Parlemen

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Ambang batas parlemen atau yang diekanl dengan parliamentary threshold (PT) benar-benar menjadi momok menakutkan bagi sejumlah partai politik (parpol) baru. Berjuang mengejar batas 4% dinilai sangat sulit dilakukan. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan Radar Bogor Grup (RBG), sedikitnya tujuh parpol dinyatakan terancam masuk jurang. Sedangkan sembilan parpol lainnya berpotensi lolos.

Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun Tahun 2017, ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 4% dan berlaku dalam skala nasional. Dalam gelaran pileg, aturan ini menjadi pekerjaan rumah yang berat. Di lain sisi, setiap calon legislatif wajib meraup suara sebanyak-banyaknya.

Tapi di lain sisi, suara akumulasi yang diperoleh parpol masing caleg juga wajib melompati ambang batas parlemen. Dari hasil simulasi yang dilakukan RBG di 12 wilayah Jawa Barat (Jabar), enam parpol dianggap sangat aman. Di lain sisi, meski meraih suara di atas 4%, namun tiga parpol dinyatakan masih dalam posisi lampu kuning. Ketiga parpol itu adalah Nasdem 4,75%, PPP 5,51% dan PKB 6,11%.

Enam partai yang terbilang bisa bernafas lega yaitu PAN dengan 7,35%, Demokrat 8,10%, Golkar 10,15%, PKS 11,06%, PDI Perjuangan 14,33% dan Gerindra dengan 20,07%. Gerindra masih benar-benar perkasa. Dari 12 wilayah simulasi RBG, partai Gerindra berhasil memenangi perolehan suara di 10 wilayah kabupaten/kota Jabar.

Hanya di dua wilayah lainnya yaitu Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, Gerindra harus mengakui kekalahannya dari PDI Perjuangan dengan persentase yang relatif sangat sedikit. Selisih terbesar kemenangan Gerindra dari PDI Perjuangan terjadi di Kabupaten Cianjur yang mencapai 8,69%. Keberhasilan itu berlanjut di Kabupaten Bogor dan Kota Depok dengan jurang pemisah di atas 7%.

PAN yang kerap kali mendapat hasil buruk di berbagai lembaga survei, ternyata bisa sedikit lega di hasil simulasi RBG. PAN yang seringkali disebut sulit lolos PT justru membuat kejutan. Partai dengan matahari putih ini terlihat sangat sukses di Kota Hujan. Baik di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, PAN berhasil meraup lebih dari 10% suara. PR besar bagi PAN adalah Kota Depok. Partai Amanat Nasional ini terseok dengan digit 3,78%.

DI arus bawah, PKPI benar-benar terpuruk. Dari 12 wilayah simulasi RBG, 10 wilayah menyatakan bahwa partai ‘pecahan’ Golkar ini tak mampu melewati 1%. Hanya di Kabupaten Bogor dengan 1,88% dan Kota Bekasi 1,64% yang masih menyelamatkan wajah PKPI di angka degradasi 1%.

PGPI dan PSI nampaknya tak bisa tertidur pulas. Keduanya tak bisa melintasi angka 2%. Di semua wilayah simulasi RGB, keduanya benar-benar babak belur. Di Kabupaten Karawang dan Purwakarta, tak ada satu pun voters (pemilih) yang mencoblos PGPI. DI Kabupaten Bekasi, dari 850 responden, hanya ada 1 orang yang memilih PGPI.

PSI juga bakal kalang kabut. Partai yang sudah berhasil dengan popularitasnya ini ternyata tak mudah mengejar elektabilitas. Di Kota Bogor saja, dari 878 pemilih, hanya 3 orang yang mengarahkan ujung pakunya ke PSI.

Hal serupa juga menimpa partai lama, Hanura. Meski sempat berhasil di 2014, namun dalam pemilu 2019 ini, Hanura nampaknya sedikit terganggu. Dari 12 wilayah simulasi RBG, 9 wilayah memberi hasil yang tak memuaskan. Semuanya hanya memberikan persentase di atas 1%, sedangkan dua wilayah yang berhasil mengukir angka 2% yaitu Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta. Keajaiban terjadi di Kota Bekasi. Dari kota industri ini, Partai Hati Nurani Rakyat berhasil menembus ambang batas parlemen dengan output 4,10%. (yaz)

GRAFIS I
Melibatkan 15.349 Pemilih di 12 Kota/Kabupaten*
1 PKB 6,11%
2 GERINDRA 20,07%
3 PDIP 14,33%
4 GOLKAR 10,15%
5 NASDEM 4,75%
6 PGPI 1,19%
7 BERKARYA 2,29%
8 PKS 11,06%
9 PERINDO 2,93%
10 PPP 5,51%
11 PSI 1,56%
12 PAN 7,35%
13 HANURA 1,68%
14 DEMOKRAT 8,10%
19 PBB 1,95%
20 PKPI 0,98%
**Berdasarkan Hasil Simulasi RBG