28 Wilayah Berpotensi Pergerakan Tanah

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi dari Kementerian ESDM mencatat ada 28 wilayah di Kabupaten Bandung berpotensi terjadi pergerakan tanah di April ini.

Dikutip dari website resminya PVMBG www.vsi.esdm.go.id berikut wilayah wilayah di kawasan Bandung Selatan yang masuk lingkup Pemkab Bandung rawan pegerakan tanah dengan kategori menengah-tinggi itu.

1. Arjasari; 2. Baleendah; 3. Banjaran; 4. Bojongsoang; 5. Pananjung (Cangkuang); 6. Cicalengka; 7. Cikancung; 8. Cilengkrang; 9. Cileunyi; 10. Cimaung; 11. Cimenyan; 12. Ciparay; 13. Ciwidey; 14. Ibun; 15. Dayeuh kolot; 16. Kertasari; 17. Kutawaringin; 18. Majalaya; 19. Margaasih; 20. Margahayu; 21. Nagreg; 22. Pacet; 23. Pameungpeuk; 24. Pangalengan; 25. Paseh; 26. Pasirjambu; 27. Rancabali; 28. Soreang.

Sementara itu, dari 31 kecamatan atau wilayah yang ada di Kabupaten Bandung hanya tiga kawasan yang masuk kategori pergerakan tanah menengah diantaranya Katapang, Rancaekek, dan Solokanjeruk.

Kategori menengah artinya, zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan.
Kemudian untuk kategori tinggi artinya, zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Tak hanya potensi pergerakan tanah, dalam pengumuman PVMBG itu juga mencatat terdapat 12 kecamatan/wilayah di Kabupaten Bandung yang juga berpotensi terjadi banjir bandang pada April ini.

Ke-12 wilayah itu yakni Arjasari, Banjaran, Cimaung, Cimenyan, Ciwidey, Ibun, Kertasari, Majalaya, Pananjung (Cangkuang), Pasir jambu, Rancabali, serta Soreang.

(gan/rmol)