Ingin Punya Jalan Penghubung, Warga Dua Desa di Naringgul Lubangi Gunung

UNIK: Jalan Genteng yang menghubungkan Desa Desa Sukamulya dan Desa Naringgul. Kecamatan Naringgul lebih menyerupai gua yang dibuat sendiri oleh warga dengan menggunakan alat seadanya.

RADARCIANJUR.com – Kerinduan warga dua desa di Kecamtan Naringgul bisa memiliki jalan penghubung sepertinya sudah membuncah.

Sayang, kenginan itu bak pertepuk sebelah tangan. Tak ada bantuan dan upaya dari Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk mewujudkan mimpi warga tersebut.

Akhirnya, warga pun memilih bergerak sendiri, membangun jalan sendiri, tanpa ada campur tangan pemerintah. Yang cukup mengejutkan adalah, jalan itu dibuat dengan cara melubangi gunung.

Mulanya, warga dua kampung, yakni Garunggang dan Cicukang, Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, tak memiliki akses jalan penghubung. Padahal, dua kampung itu berada di satu desa dan terletak bersebelahan. Terpaksa, warga pun harus memutar arah dengan jarak yang lebih jauh berlipat ganda untuk bisa saling berkunjung. Tak ada akses jalan yang menghubungkan keduanya.

Akhirnya, pada tahun 1985, berdasarkan kebutuhan dan atas kesepakatan bersama antara warga dan tokoh masyarakat di kedua kampung tersebut, dibuatlah jalan penghubung. Akan tetapi, satu-satunya jarak yang terdekat adalah dengan melewati Gunung Rompang. Mau tak mau, warga harus bisa melubangi gunung tesebut untuk bisa digunakan sebagai jalan akses.

Kendati demikian, kondisi tersebut tak membuat warga berkecil hati. Dengan berbekal tekad baja dan peralatan seadanya, seperti cangkul, linggis, balincong dan berbagai macam alat tradisional lainnya, warga bergotong-royong membuat jalan yang diimpi-impikan selama ini.

Tak ada yang tak mungkin. Selama beberapa bulan kemudian, meski hanya dengan alat seadanya, celah Gunung Rompang itu pun mampu ditembus dan dibuat berlubang! Akhirnya, jalan yang diidamkan pun terhampar di depan mata.

Ketua RT Kampung Cicukang, Imin (51) mengaku, jalan yang dinamai Jalan Genteng itu menjadi simbol kebanggan warga kedua kampung. Selain itu, jalan tersebut juga cukup unik. Lantaran menyerupai sebuah lorong gua dengan panjang lebih kurang 15 meter dan lebar 2,5 meter.

“Alhamdulilah akhirnya kami punya akses jalan penghubung dua kampung ini,” tuturnya kepada Radar Cianjur.

Dijelaskan Imin, kala itu, warga sangat kesulitan tiap kali melewati jalan setapak di Gunung Rompang itu. Terutama saat harus membawa berbagai barang, seperti kebutuhan sehari-hari atau hasil panen di ladang dan kebun.

“Kan jadinya harus bawanya satu-satu. Dan itu jadi tambah lama waktunya,” jelasnya.

Meksi begitu, jalan tersebut sampai saat ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja. Pasalnya, bentuk tebing yang dilubangi berbentuk mirip seperti segitiga yang makin menyempit pada bagian langit-langitnya. Sehingga, sangat tidak memungkinkan kendaraan roda empat untuk bisa melintas melewati celah tersebut.

Keingin warga, lanjut Imin, bisa membuat kendaraan roda empat melintas. Pasalnya, hal itu dibutuhkan warga kedua kampung untuk bisa mengangkut berbagai barang kebutuhan dengan menggunakan kendaraan roda empat.

“Inginnya warga ya pemerintah Cianjur bisa ikut membantu turun tangan memperlebar jalan. Minimal kan jalannya dibeton, dan bisa lebih lebar biar mobil bisa lewat,” harapnya.

Darsono (45), kepala dusun setempat menambahkan, bentuk Jalan Genteng itu memang sudah biasa bagi warga Kecamatan Naringgul. Akan tetapi, bagi warga lainnya, pasti cukup heran dengan keberadaan jalan tersebut.

Apalagi, saat membuatnya, sama sekali tidak menggunakan alat-alat berat dan modern, seperti yang biasa dilakukan di luar negeri.

“Jalan yang lebih menyerupai gua itu dibangun oleh warga dengan swadaya dan mengunakan peralatan seadanya tanpa dengan alat alat berat. Warga bahu-membahu mengerjakannya. Akhirnya perjuangan warga kami berhasil dan kini sudah bisa dinikmati oleh 2500 warga masyarakat,” katanya.

Kini, lanjut Darsono, warga berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut. Setidaknya, jalan penghubung Desa Sukamulya dan Desa Naringgul itu bisa dilewati kendaraan roda empat.

“Jalan ini merupakan akses vital bagi warga juga sebagai jalan akses lintas Desa Sukamulya-Naringgul. Kami berharap jalan yang sudah dibangun dengan jerih payah warga ini segera diperbaiki oleh pemerintah,” katanya

Tak hanya itu, warga juga berharap, dengan adanya Jalan Genteng yang bentuknya cukup unik itu bisa dikembangkan menjadi tujuan wisata unik.

“Ya makin bagus kalau bisa jadi tujuan wisata. Kan makin menambah dan bisa meningkatkan perekonomian warga,” tutupnya.

(jay)