Tebing Ambrol, Satu Keluarga Ngungsi ke Masjid

Tebih setinggi tiga meter di Kampung Balakang RT 03 RW 07, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, ambrol. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Tebih setinggi tiga meter di Kampung Balakang RT 03 RW 07, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, ambrol pada Rabu (4/4) sekitar jam 18.30 WIB. Kejadian ini disebabkan curah hujan yang cukup tinggi, serta tanah di sekitarnya kurang stabil.

Imbasnya, pemilik rumah beserta seluruh anggota keluarganya terpaksa mengungsi di sebuah masjid dekat rumahnya.

Unang (34) pemilik rumah yang rusak mengungkapkan, saat itu terjadi hujan yang berlangsung selama lebih kurang satu jam dengan intensitas cukup lebat. Selain itu juga disertai angin yang cukup kencang.

Kemudian, setelah kumandang adzan Magrib, ia dan istrinya terkejut dengan adanya getaran yang terasa sampai di dalam rumahnya. Karena penasaran, ia pun mengecek asal getaran tersebut.

Ternyata, saat ia melihat keluar, tanah serta tembok pagar pembatas rumahnya ambruk sepanjang 10 meter.

“Mungkin karena curah hujan yang tinggi dan tanah di area rumah saya dulunya bekas sawah, jadi diduga robohnya tembok rumah saya ini karena hal itu,” kata Unang ditemui di rumahnya.

Ia pun mengungkapkan, setelah kejadian magrib itu, Unang beserta keluarganya langsung mengungsi dan tinggal sementara ke masjid di dekat rumahnya itu. Karena menurutnya, jika ia dan keluarganya tersebut tetap di rumah, ditakutkan akan terjadi longsor susulan.

“Makanya kami mengungsi dulu. Kalau tetap bertahan di rumah, takutnya ada longsor susulan. Apalagi kami kan sudah punya anak, kasian kang,” ungkapnya.

Selain pagar pembatas, tembok di sejumlah ruangan rumah milik Unang juga retak. Menurutnya, ini karena pergerakan tanah yang sangat dekat dengan rumahnya itu.

“Iya, ada ruangan makan dan dapur yang retak. Mudah-mudahan tidak terus tergerus oleh pergerakan tanah yang sudah longsor,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya kejadian seperti ini, pagar pembatas dan tanah yang longsor dekat rumahnya itu akan segera dibangun. Baik itu dari swadaya masyarakat, apalagi adanya bantuan dari pemerintah desa setempat.

“Kami berharap segera ada bantuan saja kang. Karena kalau dibangun oleh dana sendiri, saya belum bisa. Karena untuk kebutuhan sehari-hari juga masih belum tercukupi semuanya,” harapnya.

(dan)