Cianjur, Saya, dan Anda

RADARCIANJUR.com – Ini komitmen saya. Ada tidak untuk hari ini atau bulan ini saja. Ini adalah pertanyaan warga Cianjur yang sering saya dengar. Tapi, saya memakluminya. Mungkin karena pengalaman yang menahun, atau mungkin sudah sejak lama sekali.

Para politisi dan para calon legislatif datang hanya di tahun politik. Setelah itu antara ada dan tiada. Tapi, saya berhusnudzon saja, mungkin mereka itu sangat sibuk sekali mengurusi banyak kegiatan, kesibukan atau juga sedang melaksanakan tugas negara.

“Apa komitmen bapak jika terpilih nanti. Apakah hanya akan datang lima tahun lagi,” tanya seseorang kepada saya.

Saya sempat tertegun sejenak. Mengernyitkan dahi. Sambil bertanya dalam hati. “Apa iya para wakil rakyat itu sangat jarang turun, ke warga-warga yang sudah memilihnya itu,” tanya saya dalam hati.

Lalu saya sampaikan. Tidak. Pesan kiyai adalah mandat dan amanah bagi saya, para santrinya adalah bagian dari diri saya.
“Jangan lupakan umat,” itu pesan para kiyai kepada saya.
Bagi saya, ketika sudah melekat, maka saya harus mengikatkan diri saya dengan masyarakat. Dengan para kiyainya, santrinya, dan tentu warganya.
Mengikatkan diri seperti apa?
Jika dipercaya nanti dan duduk di parlemen. Saya akan menyiapkan sebuah perkumpulan kreatif, inovatif, dan teknologis.
Sebagai arena untuk bercengkrama, bersilaturahmi, menularkan ilmu, merawat, membangun dan menyiapkan generasi.

Mengajak warga Kabupaten Cianjur, melek teknologi, untuk menghantarkannya menjadi lebih sejahtera, islamis, genius, informatif dan terampil.
Saya ada karena mereka, dan saya harus ada di tengah-tengah mereka. Keberadaan saya harus bisa dirasakan dan membawa kebaikan.
Dalam pikiran saya, bertemu dengan warga bisa dilakukan di mana saja. Teknologi sudah maju. Ini era 4.0. Bertatap muka, bersilaturahmi bisa dilakukan secara digital.

Jadi tidak ada alasan, tidak bisa bertatap muka, dan menyapa warga. Itu komitmen saya. Tidak perlu ragu dengan komitmen itu. (*)