Wow… Bunga Bangkai di Kebun Raya Cibodas Menjulang Dua Meter Lebih

FOTO: Dok. KRC For RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Salah satu koleksi bunga bangkai di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas-LIPI kembali mekar pada Jumat (5/4) malam. Kali ini, bunga bangkai tersebut menjulang sampai dengan 237 sentimeter dengan lebar sepata 109 sentimeter.

Dalam siaran pers yang diterima Radar Cianjur, bunga yang mekar kali ini merupakan individu anakan kelima dan mekar untuk yang kedua kali setelah sebelumnya pernah mekar pada tahun 2015 lalu.

“Sebanyak tiga belas individu berasal dari biji pohon induk. Sedangkan satu individu didapat dari hasil kegiatan eksplorasi di Sungai Manau, Taman Nasional Gunung Kerinci Seblat, Sumatera Barat,” kata Destri, Peneliti Bungai Bangkai Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI.

Ia juga menyebut, jumlah individu koleksi bunga bangkai atau kata latin dari Amorphophallus titanum Becc ini berjumlah 11 spesimen.

Satu diantaranya merupakan induk yang didapat dari hasil kegiatan eksplorasi pada tahun 2000 silam. Sedangkan 10 individu koleksi lainnya berasal dari biji pohon induk.

“Memang memerlukan waktu relatif lama yaitu empat tahun untuk satu kali pembungaan, karena memiliki tiga fase siklus hidup yang terdiri dari vegetatif, dorman dan generatif,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, keberadaan jenis bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas sangat penting bagi upaya pelestarian. Sebab dengan adanya penelitian seperti ini, masyarakat juga akan lebih mengenal untuk pengetahuan, juga wisata yang sangat langka ini.

Bunga bangkai sendiri masuk dalam kategori tumbuhan langka berdasarkan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan keberadaannya dilindungi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.

“Kelestarian tanaman ini memerlukan bantuan manusia dalam bentuk pembibitan massal dan cepat, misalnya kultur jaringan, dan diikuti reintroduksi di alam. Hal ini berdasarkan Poerba dan Yuzammi (2008),” jelasnya.

Bungai Bangkai sendiri merupakan jenis tanaman yang membutuhkan jangka waktu cukup panjang untuk berbunga. Yakni setiap empat tahun sekali dan memiliki tiga fase siklus hidup.

Yakni terdiri dari fase vegetatif (daun), fase dorman (istirahat), dan fase generatif (berbunga).

Sebelumnya koleksi bunga bangkai Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas-LIPI pernah mekar pada Senin (4/3) Maret lalu. Saat itu, bunga mekar mencapai tinggi sampai dengan 2,8 meter.

Dalam perkembangannya, ia menjelaskan, bunga bangkai memiliki tiga fase siklus hidup yang terdiri dari fase vegetatif atau daun, fase dorman (istirahat), dan fase generatif (berbunga).

Sedangkan untuk satu kali fase pembungaan, bunga bangkai membutuhkan waktu yang relatif cukup lama. Yakni setiap emapt tahun sekali.

“Amorphophallus Titanum memerlukan penyerbukan silang untuk membentuk biji, karena saat masak, bunga betina dan jantan tidak sama. Sedangkan bunga betina dan bunga jantan masak atau siap melakukan penyerbukan hanya dalam satu malam,” jelas Destri.

Sebagai tindakan pencegahan, sambung Destri, pihaknya memasang pagar agar pengunjung jangan sampai merusak bunga yang cukup istimewa itu.

“Kalau melihat dan foto tentu boleh. Tapi jangan terlalu dekat atau menyentuhnya. Takutnya nanti rusak,” tutupnya.

(dan)